Simply Mels

a woman's journey on love and life…

Beda Creambath dengan Masker Rambut

Sudah beberapa bulan terakhir ini saya dan suami rutin melakukan creambath di salon. Tapi baru-baru ini saja saya tahu bahwa untuk rambut saya yang rontok perawatan yang tepat adalah dengan masker rambut. Sebelumnya saya sengaja creambath rutin karena katanya perawatan ini cocok buat rambut saya yang rontok. Terus, ada pijatnya lagi. Suami pun akhirnya ikut-ikutan. Awalnya kami selalu berpindah-pindah salon. Yang pertama banget enak creambathnya adalah salon rumahan yang letaknya di sekitar rel kereta api stasiun kalibata. Memilih creambath di sana juga nggak sengaja, karena itu satu-satunya salon yang masih terima creambath jam 9 malam. Ternyata pijatan simbaknya enak juga, dan harga juga pantas. Jadi cukup tertarik untuk balik lagi bulan berikutnya. Sayang, bulan berikutnya salon ini tutup. Selama beberapa bulan kami berpindah-pindah ke beberapa salon ternama di dalam mal di sekitar tempat tinggal. Tetapi enggak ada yang cocok. Dua bulan lalu kami baru menemukan salon rumahan Read more

Sukabumi, Oh, Sukabumi

Pada ulang tahun di tahun ini saya berniat untuk mengajak jalan-jalan keluarga ke luar kota. Pengennya yang nggak terlalu jauh dan berhawa sejuk. Setelah berdiskusi dengan suami pilihan jatuh ke Sukabumi. Dari hasil browsing terdapatlah beberapa villa pilihan. Sayang, villa pilihan pertama kami sudah fully booked saat saya mencoba memesan. Akhirnya, terinspirasi dari obrolan dengan ibu pilihan jatuh ke Selabintana. Selabintana adalah salah satu obyek wisata paling terkenal di Sukabumi. Secara geografis letaknya cukup tinggi dari permukaan laut sehingga bagi pencari kesejukan di sinilah lokasinya. Pada hari yang telah ditentukan, saya, Si Jenong, ayah dan ibu berangkat sekitar pukul 11.30 dari rumah ayah dan ibu di Bekasi. Sampai di gerbang tol Cibubur kendaraan mulai mandeg. Tapi setelah itu jalanan lancar sampai gerbang tol Ciawi. Nah, di selepas gerbang tol Ciawi ke arah Sukabumi kendaraan baru mandeg parah. Kemacetan pun terjadi panjaaang dan lamaa. Titik kemacetan diantaranya Read more

Ketika Memutuskan untuk Berhijab

Hari Jumat yang lalu saya berulang tahun yang ke 3* tahun. Nggak perlu disebutkan ya karena seperti kata pepatah, age is just a number. *Halah* Anyway, setiap berulang tahun saya selalu membuat janji pada diri sendiri. Janji itu adalah menjadi manusia yang lebih baik dari usia sebelumnya. Tahun ini janji untuk menjadi lebih baik itu saya definisikan menjadi: memakai hijab alias berjilbab. Kenapa bisa membuat lebih baik? Saya berharap dengan berhijab kualitas ibadah saya kepada Yang Maha Memberi Kehidupan menjadi lebih baik. Kualitas diri saya sebagai pribadi juga lebih baik, karena berhijab juga berarti menjaga perilaku sebagai seorang Muslimah, setiap harinya. Jadi begitulah, satu hari setelah resmi menginjak usia 3*, saya memutuskan untuk berhijab. Yah, mungkin juga karena saya sudah mendapatkah hidayah-NYA. Reaksi orang-orang terhadap perubahan penampilan saya tentu saja beragam. Buat suami, well, dia sih sudah nggak kaget karena sebetulnya saya sudah lama banget Read more

Disangka Muda, Harus Senang Atau Sedih?

Postingan kali ini bukan berarti saya sok awet muda, yah. Jadi waktu sakit tempo hari saya pergi ke sebuah klinik cabang rumah sakit cukup besar di Jakarta di kompleks apartemen tempat saya tinggal. Setelah mendaftar di resepsionis saya menunggu dokter yang sedang keluar makan siang. 5 menit. 10 menit. Dokter pun masuk ke ruangannya dan saya dipanggil. Dokternya seorang perempuan yang saya perkirakan berumur 27 tahun dengan rambut sebahu. Setelah tersenyum ramah, si dokter pun mulai bertanya. "Namanya siapa?", "Umur berapa?". Saya menjawab dengan intonasi biasa saja. Tapi ketika saya menjawab umur matanya langsung terbelalak sambil berkomentar: "Hah? 3* tahun? Kok masih kelihatan kayak anak SMA!" Saya cuman bisa nyengir. Here we go again. Pernyataan itu sebetulnya bukan sekali atau dua kali saya dengar. Kalau sedang menemani mama atau ayah pergi ke pernikahan kerabat, misalnya, sering banget saya disangka adik saya. "Ini anak bungsunya yang masih kuliah ya jeng?," contoh Read more

Switch to our mobile site