Saya

21

Sayang sekali film sebagus 21 hanya tayang di beberapa bioskop terpilih di Jabodetabek diantaranya Plaza Senayan. Buat gue inilah contoh tontonan yang cerdas, memikat dan menghibur!

Sesuai judul, 21 bercerita seputar Blackjack yang (katanya, sih) merupakan permainan kartu paling digemari di kasino2. Tokoh utamanya adalah Ben Campbell, seorang mahasiswa MIT, yang memiliki impian untuk bersekolah di Sekolah Kedokteran Harvard yang sangat bergengsi.

Namun karena terbentur biaya, Ben terpaksa membiayai kuliahnya lewat kerja keras di toko pakaian pria sembari mencoba peruntungan lewat beasiswa. Ben baru melihat jalan pintas untuk membiayai impiannya saat kepiawaian berhitungnya diketahui salah satu dosennya, Profesor Rosa.

Micky, begitu Rosa senang disapa, bukan dosen kebanyakan. Diam2, dia adalah seorang ahli menghitung kartu. Menggunakan beberapa mahasiswanya, Micky menjalani bisnis mencetak uang lewat permainan Blackjack.

Tergiur dengan iming2 bayaran yang bakal memuluskan impiannya bersekolah di Harvard, tawaran kenikmatan duniawi di Las Vegas dan lebih dekat dengan dewi kampusnya, Jill Taylor, Ben tercebur dalam permainan berisiko itu. Namun sampai dimana Ben bisa mengatasi godaan yang perlahan-lahan membuat hidup nyamannya berantakan?

Walau gue nggak tergila2 dengan permainan kartu, ditambah nggak familiar dengan Blackjack, cukup takjub juga ngliat pemaparan ilmu dan trik yang berada di balik permainan itu. Memang di awal proses pembekalan Micky akan terasa membosankan, tapi begitu sampai di bagian praktik, you will be amazed!

Karena plotnya yang pas, dua jam durasi film tersebut sama sekali nggak terasa. Namun itu harus gue akui terbantu oleh kehadiran Jim Sturgess (Ben Campbell) yang menyegarkan mata. Hehe. I cant imagine if it wasnt him on the screen. Walau demikian tanpa adanya Kevin Spacey (Micky Rosa), ini film dijamin biasa. Spacey adalah salah satu villain favorit gue.

Satu nilai plus lainnya, film ini based on true story, so, thanks God, tidak ada akhir a la Hollywood yang ngeselin melainkan begitu alami. Mau ngomong apa lagi, gue? This film is definitely recommended.

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply