kemacetan-Jakarta
Lifestyle

8 Jam di Jalanan Jakarta

Pkemacetan Jakarta kala menggila (foto: dok Infojkt)ostingan ini terinspirasi dari obrolan ringan saya dan teman-teman pada jam makan siang pada suatu hari. Topiknya adalah semakin menggilanya kemacetan di Jakarta sejak beberapa tahun terakhir.

Seorang teman bercerita perjuangannya setiap hari.

Dari rumahnya di bilangan Pondok Cabe jam 5 pagi, teman ini menceritakan rute hariannya adalah menuju Senayan untuk nge-drop istrinya di kantor dan menuju ke kantor kami di bilangan Warung Buncit. Nyampe kantor umumnya jam 9 atau 10 pagi.

Pulangnya rute berulang secara terbalik: Warung Buncit – Senayan – Pondok Cabe. Sampai rumah rata-rata waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 malam. Ya, untuk perjalanan pulang – pergi total waktu yang dibutuhkan adalah 8 jam di perjalanan. Fiuh.

Teman saya yang satu lagi juga berjuang untuk sampai ke kantor. Namun dari rumahnya di Pondok Labu, dia sudah agak berhasil mengakalinya dengan cara berangkat ke kantor lebih siang dari oranglain. “Kalau jalan jam 7 gue bisa sampai kantor paling cepat jam 9, tapi kalau berangkat jam 9 sampai kantor jam 10,” katanya.

See the difference?

Saya sendiri tergolong cukup beruntung dengan lokasi tempat tinggal dan kantor sekarang yang dapat ditempuh paling lama setengah jam. Tapi, itu kalau berangkat siang, yah. Kalau keluar kompleks apartemen ini jam setengah 7 saja, setengah jam itu waktu yang dibutuhkan “hanya” untuk keluar dari parkiran :). Jadi bukan berarti saya malas kalau sampai kantor siang *alasan*

Kalau dipikir-pikir, 8 jam di perjalanan setiap hari itu sebetulnya sudah nggak masuk akal sehat. Itu sama aja dengan kerja 9-5 setiap hari kan. Bedanya, perjalanan itu ditambah pegal-pegal dan tidak dibayar pula.

Salut buat teman saya, dan orang-orang lain, yang sungguh tabah menjalani hari-harinya. Kalau saya? Mendingan cari kontrakan saja yang dekat dengan kantor. Sungguh 🙂

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply