Simply Mels

a woman's journey on love and life…

Akad Nikah Adat Melayu

serah-serahan

Searah jarum jam: Kapal-kapalan berisi sirih, telur berhias, sirihnya

Sepupu saya menikah 5 Desember lalu di Singkawang. Walaupun tinggal di Kalimatan sejak dahulu kala, keluarga ibu saya hampir tidak pernah melepaskan adat Jawa, asal keluarga besar kami, dalam penyelenggaraan acara-acara.

Bapaknya sepupu, alias pakde saya, pun memilih menggunakan adat Jawa pada resepsi pernikahan putri pertamanya itu. Tapi mungkin untuk menghormati keluarga mempelai laki-laki akad nikah menggunakan adat Melayu Kalimantan –walau tidak seluruhnya mengadopsi akad nikah adat tersebut.

Karena rada awam dengan akad nikah di luar adat Jawa, saya cukup excited mengikuti prosesinya.

Jika dilihat sekilas penyelenggaraan akad nikah adat melayu sebetulnya tidak banyak berbeda dengan adat-adat lainnya. Mempelai pria datang ke rumah mempelai wanita dengan iringan musik tradisional, dan disambut keluarga mempelai wanita.

Setelah masuk ke rumah kedua keluarga mempelai pun duduk berhadapan. Dilanjutkan dengan upacara penyerahan serah-serahan dari keluarga mempelai laki-laki ke keluarga mempelai wanita dan sebaliknya, yang didahului dengan berbalas pantun dan nasihat pernikahan.

Setelah penyerahan serah-serahan, upacara dilanjutkan dengan ijab kabul. Terakhir, ada sungkeman kepada orang tua kedua dan para tetua sebelum akhirnya para hadirin dipersilakan untuk menikmati jamuan yang disediakan.

Seperti sudah saya sebutkan baik keluarga pakde saya maupun keluarga mempelai pria tidak sepenuhnya mengadopsi adat Melayu. Misalnya, tidak ada prosesi Cucur Air Mawar setelah sungkeman berlangsung –saya dapat informasinya juga setelah googling.

Yang cukup menarik perhatian saya hari itu adalah dua jenis serah-serahan yang dibawa hari itu. Yang pertama adalah kapal-kapalan yang di dalamnya ternyata berisi daun sirih. Istilahnya setelah googling adalah tepak sirih. Yang kedua adalah telur ayam berwarna-warni yang dirangkai dalam tangkai-tangkai sehingga menyerupai bunga. Kreatif!

Nggak heran, dua ciri khas serah-serahan adat Melayu itu laris diserbu oleh para tante dan bude mempelai wanita seusai upacara selesai. Well, termasuk ibu saya ikut nyerbu juga :)

Sebetulnya apapun adat yang dipergunakan saat akad nikah menurut saya yang terpenting adalah keabsahan pernikahannya.

Happy wedding buat kedua mempelai!

 

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)
Share Button
The following two tabs change content below.

mels

A simple woman with a simple thoughts. Loves to travel and write. Enjoy a quality movie and nice songs.

Related Posts :

  • Mudah-mudahan membantu siapapun yang sedang mempersiapkan lamaran. Berikut susunan acara yang bi ...

  • 3. Vendor Tata Rias, Pelaminan dan Dekorasi, Foto, Entertainment Ratu Wedding Website: www.ratu ...

  • Jika kamu dan pasangan sudah memutuskan untuk menikah, darimana memulai merencanakan pesta perni ...

Tags: , , ,

Leave a reply