logo-quora
Review, Social Media

Apa sih Quora?

Beberapa hari ini di timeline saya di Twitter dan Facebook banyak yang sedang memperbincangkan jejaring sosial baru yang namanya Quora. Apa sih Quora?

Hari ini saya akhirnya menerima undangan untuk join Quora dari seorang teman. Setelah login bla-bla-bla, saya langsung dihadapkan dengan pilihan topik untuk di-follow. Karena bingung tadi saya iseng saja menambahkan beberapa topik (yang sebenarnya nggak menarik-menarik amat).

Kebingungan baru mulai mencair setelah di navigasi bar atas saya menemukan nama saya alias link profil saya. Di situ saya baru menemukan cara memasang status, mengubek-ubek topik yang mau saya follow, bertanya atau menjawab pertanyaan orang.

Dari pengamatan sekilas, berikut plus minus layanan ini menurut saya:

Harus mendapatkan invitation untuk mulai menggunakan layanan ini menurut saya enggak asyik. Contoh di Indonesia adalah Koprol sebelum diakuisisi Yahoo! Positifnya layanan ini memang jadi eksklusif. Mungkin juga bikin penasaran orang sehingga buzz-nya ramai. Tapi kalau tidak banyak yang akhirnya menggunakan, buat apa?

Terlalu banyak aturan. Contoh sebelum menanyakan sebuah pertanyaan Anda harus menggunakan spelling, grammar dan puctuation yang tepat, nanya harus pake SPOK, no ALLCAPS dan yang paling susah diikuti, you have got to use english language.  Lucunya, di salah satu topik yang saya follow (Soccer –ketauan kan layanan ini bikinan Amerika :p) kebanyakan pertanyaan-pertanyaannya malah soal PSSI dan LPI! Alhasil muncullah pertanyaan semacam ‘Why PSSI so stubborn not letting LPI held their own game and competition?’ . Hehehe orang Indonesia memang selalu eksis!

DILARANG ngejunk! Taglinenya menjelaskan misi dari layanan ini: “A continually improving collection of questions and answers created, edited, and organized by everyone who uses it.” So buat Anda yang doyan nyampah, ngobrol ngalor-ngidul, sosial media yang satu ini TIDAK cocok

Interface membingungkan. Di halaman dashboard yang keliatan pertama adalah halaman tanya jawab yang terjadi di Quora. Buat saya yang ngerti Bahasa Inggris saja sedikit membingungkan. Baru agak asyik ketika kita mengklik profil di navbar atas. Di situ kita bisa update status yang bisa dikomentari follower kita (persis kayak Facebook). Kita juga bisa ngasih pertanyaan.

Quora sedang mendapatkan buzz yang lumayan akhir-akhir ini. Bahkan ada media yang dengan berani menyebutkan Quora berpotensi menggeser kepopuleran Twitter. Itu karena situs ini tidak hanya bisa update status seperti Twitter tetapi juga bisa dipakai untuk update pengetahuan lewat tanya jawab yang disediakan

Namun blog social media terkemuka, Mashable, berpendapat sebaliknya. Menurut situs buatan Pete Cashmore ini, Quora sulit menandingi Twitter karena: 1) Tertutup, sebab di situ share hanya dapat dinikmati oleh sesama pengguna Quora 2) Sistem invitation yang diterapkan Quora seperti sudah saya sebutkan tidak menarik 3) Desain kurang menarik, terutama di interface-nya. Agree sangat! 4) Terlalu banyak kompetitor yang bermain di layanan sejenis ini.

Layanan sejenis yang sudah established tentu saja yahoo! answer, lalu ada juga Facebook Questions dan Aadvark (alias vark yang ternyata sudah diakuisisi Google) dan Formspring yang di kantor saya sempat jadi idola (sementara). Situs berita detikcom, juga pernah punya layanan yang mirip bernama Tanyasaja. Tapi itu juga sudah almarhum 🙁

Well, sepertinya layanan tanya jawab semacam ini memang sulit mendapatkan traffic yang tinggi. Jadi, sepertinya saya setuju dengan pendapat Mashable. Bagaimana dengan Anda? 🙂

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply