Traveling

Backpack ke Pangandaran

Long weekend beberapa pekan lalu saya dan suami bikin rencana dadakan ke Pangandaran. Karena suami lagi “males” nyetir, jadi kami putuskan jalan-jalan kali ini dilakukan secara backpacker-an. Itu artinya tidak bawa koper, naik bus, nginep di guest house dan tidak menyewa mobil di tujuan. Ok, saya bisa.

Lewat obrolan ringan sehari sebelum berangkat, kami memutuskan untuk pergi ke Pangandaran pada hari Jumat malam, sepulangnya dari kantor. Alhamdulillah,  taksi menuju ke Terminal Kampung Rambutan melaju cukup lancar hingga kami bisa sampai ke Kp Rambutan sebelum jam 8 malam –waktu bus Gapuraning Rahayu cuss menuju Pangandaran.

Bus GR ini tipe bus executive dengan tarif Rp 95 ribu per orang. Dari Jakarta ke Pangandaran memakan waktu kira-kira 8 jam, dengan berhenti lama sekali saja di sebuah rumah makan. Alhamdulillahnya lagi, traffic tidak terlalu macet padahal hari itu sudah masuk long weekend, lho. Oh iya, ini sudah kali kesekian saya lewat jalur selatan dengan bus, tapi buat suami ini adalah kali pertamanya. Komentarnya langsung bikin kesal.

“Yah, kalau jalannya kayak gini mendingan kita bawa mobil. Aku kirain padat banyak bus kayak jalur utara.”

Whaaaat? Walaupun kesepakatan bersama pada akhirnya kami menyesal juga karena tidak bawa mobil.

1. Sewa kendaraan di Pangandaran muahal

Kebanyakan warga lokal menyewakan motor Rp 50 ribu untuk SATU jam saja kepada wisatawan. Kalaupun ketemu warga yang mau menyewakan motornya seharga itu untuk seharian, jatuhnya untung-untungan. Untung kalau nemu warga yang mau menyewakan. Yah, mungkin di masa lalu ada trauma mendalam motor dibawa kabur wisatawan kali ya?!

Oh ya, jangan lupa selalu bawa kartu tanda pengenal kemanapun di Pangandaran soalnya kebanyakan sewa (sewa motor, sepeda, sepeda listrik, mobil nggak ada) meminta KTP sebagai “jaminan”. Bodohnya, tiap kali keluar penginapan kami nggak pernah bawa dompet, cuma uang cash dan ATM, jadi sekalinya dapat pinjaman motor harus bolak-balik ke guest house hanya untuk ambil KTP.

2. Prefer untuk menginap di luar Pangandaran

Jadi, setelah sampai di Pangandaran Sabtu pagi dan menghabiskan waktu di pantai sampai malam kami bingung mau ngapain lagi? besoknya? Mau ke tempat wisata lain seperti Pantai Batu Karas atau Green Canyon jauh –kira-kira masih 1,5 jam perjalanan lagi. Yah, walaupun banyak travel yang menawarkan ke sana juga sih. Tapi karena pertimbangan macam-macam kami pilih di  Pangandaran saja.

Jadi saran saya kalau punya kendaraan mendingan road trip aja, cuma 8 jam dari Jakarta, kok. Dengan kendaraan sendiri akan lebih fleksibel kalau mau kemana-mana –misalnya langsung cuss ke Batu Karas/ Green Canyon. Berdasarkan pengalaman, lebih baik jika menginapnya tidak di sekitar Pangandaran. Dalam arti, bisa menginap di sekitar Batu Karas. Soalnya kalau weekend/ long weekend harga penginapan di Pangandaran luar biasa. Tipe guest house yang kami sewa saja harganya Rp 500 ribu per malam. Dan hotel-hotel yang harganya lebih mahal dari itu full booked!

Hari kedua kami putuskan menjadi hari terakhir di Pangandaran. Pertimbangannya supaya kami bisa istirahat satu hari di rumah dan saya bisa beberes –buibu mode on.

Pulangnya kami memutuskan untuk tidak lagi naik GR, melainkan bus Merdeka yang mangkalnya persis di Terminal Pangandaran. Sudah begitu waktu keberangkatan yang jam 6 sore juga pas dengan  kami, jadi kami nggak menunggu lama. Bus ini sebetulnya menuju Terminal Kali Deres tapi kondekturnya mau waktu  kami minta lewat Pancoran –sudah dekat banget dengan Kalibata.

Tapi jika harus memilih saya sih lebih memilih naik GR ya, soalnya busnya lebih bagus. Walau begitu dengan Merdeka kami bisa sampai di Jakarta jam 4 pagi kurang sedikit. Lebih pagi dari ekspektasi.

Overall, perjalanan kali ini lumayan. Next time, harus lebih prepare lagi supaya long weekend-nya bisa lebih maksimal 🙂

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply