Lifestyle, Review

Battle Review: Mineral Botanica Vs Sensatia Botanicals

Coba-coba bikin review skin care, ah. Siapa tahu bermanfaat buat pemilik kulit wajah normal-kering dan kombinasi. Inilah battle review perdana saya Mineral Botanica Vs Sensatia Botanicals.

Jadi buat perawatan wajah sebenarnya saya termasuk yang tipe konservatif. Maksudnya adalah, jarang sekali coba-coba. Perawatan wajah reguler saya sehari-hari cuma cuci muka pakai facial wash dan serum kalau pagi. Malam, saya tambahin bersihin muka pakai micellar water plus serum. Simple sekali.

Dan yang sudah pernah saya kasih tau di sini, saya tuh termasuk tipe yang pemalu bertanya. Jadi dari jaman usia sudah masuk 30 tahun perawatan wajah yang nggak pernah kelewat adalah serum anti-aging, yang tentu saja itu-itu saja.

Sekian lama pakai satu merek, saya langsung ingin coba merek baru setelah baru ngeh kalau merek anti-aging yang saya pakai selama beberapa tahun terakhir ini masih mengandung paraben. Karena saya punya prinsip hanya beli skin care yang harganya terjangkau saya pun googling skin care lokal recomended yang non-paraben. Ada 3 merek yang menyita perhatian karena reviewnya di forum-forum beauty cukup bagus.

Merek yang pertama sudah pernah saya pakai beberapa seri skin care-nya, termasuk yang anti-aging, dan saya kurang suka. Walau merek lokal ini sangat terkenal tapi hasil skin care-nya kurang ngefek ke wajah saya.

Merek kedua, Mineral Botanica (Mica). Saya coba merek ini karena cukup gampang ditemui di drug store langganan. Percobaan pertama, saya beli facial wash dan serum seri Brightening.

Mineral Botanica Brightening Face Serum adalah serum yang diformulasikan dengan konsentrasi adansonia ekstrak, Antioksidan dalam bentuk vitamin C dan collagen. Serum ini mempunyai daya serap yang cepat dan aman untuk penggunaan sehari hari agar wajah tampak lebih bersih dan cerah. Serum ini cocok untuk semua jenis wajah.

Langsung aja begini hasil before-afternya setelah satu minggu. Yang saya rasakan? Wajah jadi bruntusan. Fix serumnya nggak cocok di wajah saya. Secara tekstur serum ini sangat encer (berbeda dengan serum-serum yang pernah saya coba) jadi gampang nyerap di wajah. Seminggu saya pakai kayaknya botol isi 15 ml sudah hampir habis. Untuk harga Rp 90 ribu sebotol di Century, serum ini buat pemakai seperti saya jatuhnya nggak hemat.

Tapi yang paling penting di atas segalanya, itu tadi, ada kandungan nggak cocok di wajah hingga menyebabkan bruntusan. Pros-nya merek ini facial wash-nya enak. Gak bikin keset, butirannya lembut dan ngerasa bersih tiap habis pakai. Dan tanpa serumnya wajah saya baik-baik saja. Probably repurchase (facial wash-nya).

Setelah seminggu pemakaian Mica saya ganti ke Sensatia Botanicals. Merek ini saya beli via online shop karena toko offlinenya cuma ada di Bali. Saya coba Facial Toner seri Neroli Blossom (untuk kulit dry to normal) dan Dream Facial-C Serum seri Sandalwood (untuk kulit kombinasi).

Sebenarnya saya agak salah pencet pilih Sandalwood, tapi setelah ngobrol sama CS ternyata nggak bisa diganti pilihannya karena sudah terdaftar di sistem. Ya sudah karena sudah dibeli dipakai saja. Eh, ternyata, saya cocok banget pakai skin care untuk kulit kombinasi.

Bahan pembuatan Neroli toner: Water (Aqua), Aloe Barbadensis (Aloe) Leaf Extract, Sodium Citrate, Citric Acid, Benzyl Alcohol & Benzoic Acid & Dehydroacetic Acid, Citrus Aurantium Dulcis (Orange) Peel Extract, Citrus Aurantium (Neroli) Flower Oil, Pachyrhizus Erosus (Jicama) Root Extract, Rosa Damascena (Rose) Extract, Panax Ginseng (Ginseng) Root Extract, Carica Papaya (Papaya) Fruit Extract, *Linalool, *Geraniol, *Limonene, *Citronellol, *Farnesol, *Citral, *Eugenol. *Occurs naturally in essential oils.

Cons-nya baunya nggak enak hehehe. Mungkin karena organik ya. Tapi pro-nya banyak. Karena toner ini menggunakannya dengan cara disemprot jadi terus terang saya kadang pakai 3-4x sehari nggak cuma pagi dan malam aja. Soalnya ngasi efek menyegarkan. Toner ini dilanjutkan dengan pemakaian Facial-C serum tiap pagi dan malam. Begini kandungannya:

Bahan pembuatan Sandalwood Facial-C Serum: Water (Aqua), Aloe Barbadensis (Aloe) Leaf Juice, Cetearyl Glucoside & Sorbitan Olivate, Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Oil, Terminalia Ferdinandiana Fruit Extract, Oenothera Biennis (Evening Primrose) Oil, Rosa Rubiginosa (Rosehip) Oil, Butyrospermum Parkii (Shea) Butter, Sodium Citrate, Hippophae Rhamnoides (Sea Buckthorn) Oil, Argania Spinosa (Argan) Kernel Oil, Tocopherol (Vitamin E), Benzyl Alcohol & Benzoic Acid & Dehydroacetic Acid, Citric Acid, Xanthomonas Campestris (Xanthan) Gum, Schizandra Chinensis Fruit Extract, Centella Asiatica (Gotu Kola) Extract, Garcinia Mangostana (Mangosteen) Fruit Extract, Cedrus Atlantica (Cedarwood) Oil, Pelargonium Graveolens (Geranium) Oil, Boswellia Carterii (Frankincense) Oil, *Citronellol, Santalum Album (Sandalwood) Oil, *Limonene, *Geraniol. *Occurs naturally in essential oils.

Efeknya Facial-C serum enak banget. Wajah jadi kenyal, halus dan agak berkurang kusamnya. Tekstur serumnya oke, nggak terlalu encer dan pas sekali pencet untuk diulas di muka dan leher. Kalau dilihat hasilnya sepertinya ada juga efek anti-agingnya, tinggal tunggu apakah bintik hitam di wajah bisa hilang total. Ini hasil before-after setelah 2 minggu pemakaian.

Untuk harganya kedua produk tersebut masih sangat terjangkau. Sebotol toner 120 ml dijual Rp 160 ribu. Sedangkan Facial-C-nya Rp 180 ribu ukuran 60 ml. Sampai 2 minggu pemakaian isi di dalam botolnya masih banyak. Dua-duanya definately repurchase.

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply