DSC_0422
Saya

Belajar Dandan dari Mama

Setelah baca liputan khusus soal pensil alis di sebuah media online saya jadi ingin menulis topik ini.

Mama saya adalah perempuan super. Selain pintar masak, pintar bergaul, dan pintar mengurus rumah tangga, beliau juga pintar dandan. Caranya berdandan juga yang menginspirasi saya.

Dari dulu saya selalu takjub dengan ibu saya. Kalau mau keluar rumah, sepagi apapun, harus selalu sudah mandi dan sudah dandan.  Bahkan sebelum jogging pun beliau sudah mandi dan dandan! Padahal dalam benak saya kan kalau lari luntur lagi yah hehehe.

Eh, tapi jangan salah habis jogging dan keringetan, mama hampir pasti mandi lagi. Mandi berkali-kali dalam sehari sih udah nggak menjadi hal yang aneh buat beliau.

Sering kali, saat saya baru bangun dan masih bau iler *ih* saya sudah menemukan mama asyik berdandan dan memakai pakaian rapi jali buat pergi ke warung (yang jaraknya cuma 100 meter dari rumah) . Dari situ saya sering nanya-nanya dan perhatiin caranya pakai foundation, bedak, blush on, sampai yang paling legendaris: pasang alis!

Kenapa saya bilang legendaris? Karena mama sering bilang kalau alis rapi itu segala-galanya dalam berdandan. Alis itu bisa bikin orang cantik jadi jelek. Demikian sebaliknya.

Sangking seriusnya, waktu diajarin pasang alis sama mama, beliau berpesan gini: “Kalau bisa pas pasang alis pertama kali nggak napas!” Maksudnya biar konsentrasi dan jatuhnya satu tarikan aja dari ujung ke ujung. *phew* *elapkeringet* . Mangkanya kalau pas liat mama lagi pasang alis, otomatis mulut pasti diem. Soalnya kalau ngajakin ngobrol pasti nggak dijawab hehehe.

Selain belajar pasang alis, saya juga belajar memilih kosmetik dari mama. Intinya, apapun brand yang mama pakai pasti pernah saya pakai. Soalnya punya mama sering saya cobain dulu *ketauangakmodal*

Mama pakai pensil alis merk A, saya juga pakai. Mama pakai bedak tabur merk B, saya juga pakai dong. Foundation dan eye shadow juga sering saya samain. Kadang-kadang kalau beliau ganti merk untuk produk tertentu saya ikut-ikutan –walau sering juga balik lagi ke merk yang pertama karena lebih cocok. Tapi keseringan merk yang dipakai mama cocok di muka saya.

Yang gak bisa disamain mungkin lipstik dan eyeliner. Secara, saya paling nggak betah ber-lipstik. Dan jarang (pake banget) beli lipstik. Eyeliner juga, nggak pernah bisa pakainya!

Dari mama juga, saya mulai memberanikan diri untuk pede dandan sendiri.  Pertama-tama dandan ke kawinan (dulu selalu didandanin mama), trus pelan-pelan ke keseharian. Dandan ke kantor sekali-kali, lalu mulai rutin setelah menikah.

Dari mama saya belajar segala-galanya. I love you mom!

Previous Post Next Post

You Might Also Like

1 Comment

  • Keke Naima March 22, 2015 at 11:54 am

    akhir-akhir ini, saya malah suka males dandan 😀

  • Leave a Reply