Rusunami

Belajar Komplain di Rusunami

Setelah serah terima rusunami beberapa waktu yang lalu, saya ‘terpaksa’ mulai belajar mengurus rumah. Dari mengkonsep dekorasi impian, hunting pernak-pernik rumah tangga, sampai belajar komplain. Iya, komplain pun harus belajar lho.

Komplain pertama itu muncul setelah saya menengok rusunami saya pasca hujan lebat sekitar dua pekan yang lalu. Seperti biasa, setiap akhir pekan selalu saya usahakan mampir ke rusunami. Hari itu agenda saya adalah memasang lampu dan menaruh sapu serta alat pembersih lainnya. Hehe pernak-pernik rumah tangganya memang benar-benar nyicil dari sedikit-sedikit.

Pas masuk ke kamar tidur utama, saya mendapati genangan air yang cukup banyak di depan pintu. Setelah ditelusuri ternyata genangan tersebut berasal dari jendela yang rembes.

Segera saja saya menuju lantai dasar ke ruang costumer service (costumer service berada di tower saya juga). Enaknya punya unit yang masih dalam masa garansi, kita bisa langsung komplain kalau ada yang tidak beres dengan unit atau pelayanan.

Tetapi eh tapi jam 6 sore costumer service sudah menandakan tutup dengan tanda ‘Closed’ di pintunya. Karena nggak mungkin menunda komplain, saya nekat masuk ke dalam. Seorang mbak costumer service tampak sedang mengetik. Dia sempat bilang bahwa kantor sudah tutup, tapi saya keburu nyerocos tentang lantai yang tergenang dan jendela yang rembes. Awalnya dia cuma menanggapi komplain saya dengan kalimat “Bisa balik lagi besok nggak?”, tapi melihat saya insist mau laporan saat itu dia mau juga melayani.

Saya pun mengisi lembar komplain itu. Nomor unit, nama, serta komplain dijelaskan dengan rinci. Setelah mengisi, mbak costumer service juga meminta kunci unit saya dan kamar utama yang jendelanya rembes. Saya diberi surat penyerahan kunci yang harus ditandatangani. Nggak sampai 15 menit, surat komplain saya siap diproses. Saya dijanjikan perbaikan unit ‘Segera’.

Akhir pekan lalu saya kembali mengunjungi rusunami saya. Kelihatannya sudah ada perbaikan karena lantai sudah bersih (waktu saya tinggalkan malam itu lantai kotor sekali). Tapi untuk memastikan saya pun mengecek ke kantor costumer service.

Wow, ternyata kantornya hari itu ramai juga. Dari yang saya dengar, ada yang komplain soal unit yang jendelanya rembes (sama seperti saya!) dan tembok yang retak (waduh!). Ada juga yang nanya soal instalasi gas yang belum masuk ke unitnya. Ada juga yang minta surat keterangan untuk memasukan barang.

Setelah menunggu lebih kurang 15 menit, saya dilayani oleh mbak yang sama yang menerima komplain saya minggu sebelumnya. Setelah dia mengecek surat komplain saya awalnya dia bilang, “(Perbaikan di) lantai 10 sepertinya masih lama.” Eh, nggak lama dia melanjutkan bahwa unit saya sudah diperbaiki.”Baru saja selesai (Jumat) kemarin, Bu. Ini buktinya.” Baiklah, saya nggak jadi manyun. Saya pun menerima kunci-kunci saya kembali.

Kalau diingat-ingat, inilah pengalaman pertama saya. Kalau di rumah boro-boro! Yang ada komplainnya ke ayah atau ibu saja :D.

Previous Post Next Post

You Might Also Like

2 Comments

  • tas wanita berkualitas January 7, 2011 at 8:46 am

    minta ijin gua share teman sy di fb yaq. TQ untuk informasinya yaq. btw ini visit pertama kali di blog ini 🙂

    • mels January 7, 2011 at 8:59 am

      thx sudah berkunjung 🙂

    Leave a Reply