Rusunami

Bermalam di Rusunami

Tanggal 27 Januari untuk pertama kalinya saya menginap di rusunami tercinta. Gara-gara harus berangkat subuh ke kantor keesokan harinya. Fiuh, padahal fasilitas masih seadanya. Tapi tak apalah, memanfaatkan rumah tinggal di tengah kota.

Sesampainya di rusunami yang pertama kali saya lakukan adalah mengepel! Debunya sudah tebal akibat pemasangan pipa sentralisasi gas dua hari sebelumnya. Setelah selesai mengepel kegiatan dilanjutkan dengan beberes tempat tidur sambil menunggu rekan sekantor yang akan menemani menginap.

Setelah menginap semalam berikut ini kesan pemula terhadap rusunaminya :D:

Suasana
Per Januari, blok-blok di rusunami yang sudah serah terima (Akasia-Damar kalau tidak salah) masih belum terlalu banyak yang dihuni. Jadi bagi Anda yang penakut lebih baik bawa teman apabila ingin menginap 😀

Positifnya, pemandangan di rusunami ini kalau malam cukup indah. Banyak lampu dan tidak terlalu bising juga, walaupun tidak jauh dari pinggir rel kereta api yang melintas di kawasan Kalibata. Cuma jangan heran apabila sampai malam Anda akan mendengar suara kereta yang lewat. Kesan lainnya, nggak ada nyamuk yang mengganggu. Jadi tanpa AC-pun lotion anti-nyamuk yang saya persiapkan nggak keluar dari kotaknya semalamam :D.

Listrik dan Air
Mungkin karena unit saya juga belum dipasangi elektronik apapun selain lampu, saya nggak ngalamin njegleg. Tapi dari milis yang saya ikuti, daya di tiap unit ‘cuma’ 1300 watt, jadi untuk ke depan hitung dulu deh daya listrik setiap barang elektronik yang mau dipasang.

Untuk air juga normal keluarnya. Tidak mampet. Sekedar informasi, tagihan listrik dan air di unit saya bulan lalu Rp 76.209. Lumayan juga ya untuk pembayaran perdana, mengingat minimnya pemakaian listrik dan airnya.

Makan
Walau pipa-pipa sentralisasi gas sudah dipasang di unit saya, fasilitas gas yang menurut informasi bisa dinikmati Rp 40.000/ bulan secara unlimited belum bisa dimanfaatkan. Jadi kecuali Anda ingin memasak pakai Elpiji, ada baiknya Anda membawa makanan dan minuman sendiri jika akan menginap.

Sepengamatan saya, di dalam kompleks Kalibata City ini (Kalibata Residence, Kalibata Regency, Green Palace Apartment) masih belum ada warung makan. So untuk mengisi perut silakan nyebrang ke Kalibata Mall atau ke pinggir rel yang buka 24 jam.

Transportasi
Transportasi umum dari dan ke rusunami tersedia 24 jam. Saya sempat mampir ke rusunami pagi dan sore pada jam kerja, ada ojek yang nangkring di depan kompleks. Ojek juga tersedia di depan stasiun Kalibata. Nggak begitu jauh dari Kalibata Mall juga ada pangkalan taksi Blue Bird. Kalau mau ngangkot M16 dan Kopaja 57 lewat di depan rusunami. Naik kereta? Tinggal nyebrang ke stasiun. Tapi untuk jadwalnya silakan dilihat di stasiun atau situs www.krl.co.id.

Nah, bagi pemakai kendaraan pribadi, setelah beberapa bulan penghuni parkir gratis, per Februari 2011 kompleks Kalibata City akan menerapkan undian parkir. Informasi sampai dengan hari ini adalah Rp 50.000/ bulan untuk motor dan Rp 125.000/ bulan untuk mobil. Tetapi terakhir saya tanyakan ke CS tarif di atas belum ketok palu, walaupun pengumumannya sudah ditempel di gerbang masuk.

Keamanan
Alhamdulillah sampai dengan hari ini baik. Belum ada kejadian barang hilang atau rusak. Satpam 24 jam di depan pintu masuk setiap tower. Tapi buat jaga-jaga, selalu dan selalu simpan barang berharga Anda di tempat yang aman.

Lain-lain
Sepengamatan saya di kompleks ini sudah tersedia laundry kiloan, mini swalayan dan kios penjual gas. Tapi kebanyakan masih toko-toko yang menjual seperti toko elektronik seperti AC, kantor desain interior dan kios-kios penjual furnitur dan aksesoris rumah lainnya.

Hmm, apalagi ya? Secara umum bermalam di rusunami tidak terlalu buruk kok. Nginep lagi ah lain waktu 😀

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply