Review, Social Media

Foursquare, Layanan Berbasis Lokasi yang FUN

So, setelah Friendster, Facebook dan Twitter, kini ada social media baru yang sepertinya bakal laris-manis buat ajang narsis pecandu internet di Indonesia. Namanya Foursquare.

Pada awalnya saya bingung memainkan social media yang satu ini di layar laptop. Ehm, dimana check-in-nya? Eh, ternyata dari penjelasan teman, check-in baru bisa dilakukan di perangkat seluler yang telah kita install 4square. Karena saya pakai Blackberry, maka saya pun mengunduh aplikasi BB-nya.

Oh ya, selain BB, 4square juga menyediakan aplikasi untuk iPhone, Android dan tentu saja versi mobile yang bisa diunduh dari smartphone atau ponsel GPRS kita. Setelah itu baru deh kita bisa memulai petualangan! Awalnya buat iseng, jadi kecanduan ngincer ‘badge’ dan ‘mayorship’!

Badge adalah semacam penghargaan yang kita terima apabila kita telah check-in di venue tertentu. Bisa juga diperoleh berdasarkan frekwensi kita check-in. Misalnya check-in 10 tempat berbeda, kita akan mendapatkan badge ‘adventurer’. Check-in 10 kali di fitness center atau gymnasium mendapatkan badge ‘gym rat’. Check-in di bioskop 10 kali bisa mendapatkan badge ‘zoetrope’.

Sementara ‘mayor’ adalah status yang kita peroleh apabila kita menjadi orang yang paling sering check-in di venue tersebut. Sekarang status saya mayor dari 8 venue. Kalau dalam waktu bersamaan saya memegang mayorship 10 venue, maka saya akan mendapatkan badge oke yang namanya ‘super mayor’.

Di Amrik, status mayor di 4square bahkan mendapatkan keuntungan yang lebih nyata. Gerai kopi Starbucks, misalnya, menawarkan diskon khusus buat para mayor di gerai-gerai mereka. Beberapa gerai di Amrik juga memiliki penawaran spesial buat para mayor di venue mereka. Seru, ya?

Namun seperti halnya social media lain, 4square juga menyimpan beberapa kekurangan. Misalnya, kita sangat bisa berlaku cheat alias curang karena socmed satu ini memungkinkan kita remote check-in. Jadi, bisa saja nih posisi asli kita di Jakarta tapi statusnya check-in di tempat-tempat asyik di New York.

4square juga tidak menyaring tempat-tempat mana saja yang layak jadi ‘venue’. Misalnya, banyak teman saya kerap check-in di toilet, kamar pribadi atau bahkan di lemari! Sebagian juga tidak segan mempublikasikan keberhasilan mereka menjadi mayor toilet rumahnya ke Twitter atau Facebook. Sounds funny but it is true.

Dan salah satu minus terbesar menurut saya adalah 4square ini sangat mungkin memunculkan stalker alias penguntit. Karena dimana kita berada kan ketauan dari check-in. Untung 4square menyiasati dengan fitur ‘check-in without telling a friend’. Pilih-pilih teman dan memilah-milah aktivitas mana yang mau di-share ke Twitter atau Facebook juga sangat disarankan untuk mencegah yang tidak diinginkan.

Walaupun ada kesempatan saya memilih untuk tidak cheating ataupun check-in di tempat-tempat yang oleh beberapa orang sering disebut tempat ‘sampah’ karena setiap orang punya persepsi fun yang berbeda-beda tentang suatu hal. Dan buat para addict check-in dan gila badge, that’s maybe what they called fun!

Kalau kamu milih fun dengan cara yang mana?

Previous Post Next Post

You Might Also Like

2 Comments

  • mels August 13, 2010 at 7:40 am

    @tuts, aku jg pilih yang gag bilang2 dan gag share ke twitter/ fb karena belum di-connect-in hehe

    btw, follow blog gue dong 😀

  • epi-saysomething August 13, 2010 at 7:21 am

    aku pilih yg "check-in without telling a friend" dan gak share ke FB/Twitter. Tp aslinya sampai sekarang aku milih gak daftar 4square, biar gak kejadian tuh kyk yg check-in di toilet, lemari ato dapur rumah sendiri, hahhaa… (abis skrg udah gak mobile spt dulu lagi).

    Eh, ternyata postingannya udah banyak yaa. rajin nih meli.

  • Leave a Reply