Saya

Goreng Kerupuk Pun Ada Seninya

Salah satu keahlian hidup yang masih belum saya kuasai sampai hari ini adalah memasak. Padahal sebagai perempuan, nggak jarang ibu ngomel panjang supaya saya belajar (dengannya, tentu saja :D) memasak.

Sekali waktu, saya pernah coba belajar secara otodidak. Sebetulnya karena terpaksa sih. Karena selama hampir seminggu ibu mudik ke Pontianak.

Walaupun waktu itu hasilnya jauh dari maksimal (baca: enak), masakan saya tetap mendapatkan apresiasi positif dari orang rumah. Mungkin juga karena mereka cari aman ya. Daripada laper, kali.

Tapi sejak itu saya belum pernah berani masak sendiri lagi. Selain karena selalu ada ibu yang masakannya top markotop, tapi saya emang males berhubungan dengan bumbu, goreng, tumis dan rebus. Apalagi turun ke dapur.

Dengan maksud membantu ibu, akhir pekan lalu saya turun ke dapur lagi. Tapi karena cuma jadi asisten, saya diserahi tugas yang menurut ibu “gampang-gampang saja”, yaitu menggoreng kentang dan kerupuk udang.

Nggak nyangka, menggoreng ternyata bisa bikin stress juga ya! Tugas pertama, goreng kentang, misalnya, ibu sudah berpesan untuk menggoreng dengan sabar, jangan sampai gosong, tapi warnanya jangan juga terlalu pucat. Anda bingung maksudnya gimana? Apalagi saya!

Akhirnya dengan dibantu petunjuk ibu, kadang-kadang juga diambil alih beliau, goreng kentangnya sukses juga.

Berikutnya pekerjaan yang lebih susah, yaitu goreng kerupuk udang! Ternyata sodara-sodara, goreng kerupuk juga ada seninya! Kirain gampang gitu ya. Api jangan kebesaran. Satu wajan ukuran sedang maksimal diisi lima kerupuk mentah, karena kerupuk akan mengembang (kalau dijemur dulu kerupuknya akan mengembang lebih besar). Gorengnya satu-satu aja kalau belum ahli dan mau ngembangnya sempurna.

Pertama kali, kerupuk-kerupuk yang saya goreng mengembang kurang sempurna karena kerupuk mentahnya terlalu banyak dituang di wajan. Ternyata, goreng kerupuk juga perlu kesabaran tingkat tinggi.

Jadi, apa moral of the story cerita ini? Jangan anggap remeh yang keliatan mudah, butuh ketelatenan ketika memasak, jangan males masuk dapur!

Doakan sayaaaa….. 😀

Previous Post Next Post

You Might Also Like

2 Comments

  • @HeruLS September 14, 2011 at 7:34 am

    Jangan anggap remeh apapun.
    Eh, terus gimana hasilnya?

    • mels September 14, 2011 at 9:41 am

      hasil goreng kerupuknya? atau hasil belajar masaknya? kalo belajar masak… errr… belom lagi mas, ntar kalo suds mulai lagi diposting deh 😀

    Leave a Reply