Saya

I Love Japan (But Not The Food)

Gara-gara baca postingan blog orang soal pengalaman di Jepang, gue jadi ingat pernah nulis soal makanan  Jepang. Here’s the (unpublished) story!

Tahu nggak negara mana yang masuk daftar negara impian yang harus gue kunjungi suatu hari nanti. Dalam daftar itu ada Jepang, Spanyol dan Italia. Tapi diantara semuanya dari dulu gue kepengen banget ngunjungin Jepang. Rada sulit juga menjelaskan kenapa, yang pasti sejak lulus SMA gue tergila-gila sama Jepang. Entah karena dorama Tokyo Love Story, mungkin juga karena Miss Modern, atau… Kotaro Minami huehehehe

Anyway berawal dari jatuh cinta karena seni, gue jatuh cinta sama culture-nya, terus…. jatuh cinta lagi sama bahasanya, jatuh cinta lagi sama musik-musiknya. Sayang belum jatuh cinta sama orang sana (kalau Takuya Kimura, Hideaki Takizawa dan Takeshi Kaneshiro gak diitung yah :p) Tappiii…. ada satu hal tentang Jepang yang entah kenapa gak pernah bisa gue cintai. Apa itu? Makanannya!

Yakiniku, yakitori, sushi, udon, ramen, sukiyaki nama-nama makanan Jepang yang sudah akrab di telinga. Dari semuanya kesukaan gue cuman yakiniku taaaapiiiii itu juga yang dibuat sama Hoka-hoka Bento (Hokben) :D. Padahal kata penyuka jenis makanan Jepang Hokben bukan resto Jepang sama sekali lho. Mungkin resto Jepang yang betulan adalah resto yang jual sushi di daftar menunya. Wah, kalo itu gue justru punya pengalaman yang nggak terlalu mengenakkan.

Pengalaman pertama di sebuah resto Jepang di sebuah resto di Pondok Indah. Hari itu gue pesen udon. Dari gambar ketauan kalo itu adalah semacam mie telur yang bedanya lebih lebar gitu. Eh terus nanyalah si pelayan ‘mau yang dingin atau panas’ dasar sok teu gue jawab aja ‘dingin’. Tunggu punya tunggu, kamu tau makanan jenis apa yang disajikan mie emang betul tapi yang disajiin adalah mie (seperti) mentah yang cara makannya cuman dicelupin ke sambel kecap gak berasa! haduuuu betul2 il-feel deh ngliatnya 🙁

Pengalaman kedua di sebuah resto Jepang di sebuah mall di Semanggi. Gara-gara pengalaman pertama yang kurang mengenakkan gue enggak brani pesen makan aneh-aneh dari daftar menu dan sepanjang acara cuma nyomot daging bakarnya teman. Intinya gue enggak kenyang!

Pengalaman lain makan shabu shabu di daerah Blok M. Nah, kalau yang ini lumayan masuk ke perut. Cuma makannya jadi lama, karena kita harus ngerebus dulu daging dan sayur-sayuran yang akan dimakan.

Selain pengalaman-pengalaman di atas gue pernah juga makan beberapa kali di resto sushi. Pernah juga makan ramen alias mie rebus Jepang. Tapi sekali lagi, entah mengapa, gue nggak doyan. Beda sama makanan Sunda atau Jawa yang bisa dilahap dengan lancar. Emang susah kalo terlahir dengan lidah lokal gini.

Meskipun makanannya bisa makan tapi nggak doyan, tapi gue tetap kepengeeen pergi ke Jepang. I really do.  Mungkin gue harus nyoba makan di negara asalnya dulu baru suka ya? 😀

Previous Post Next Post

You Might Also Like

1 Comment

  • Tahun Baru, Tujuan Wisata Baru - My Simple Thoughts January 4, 2011 at 5:18 am

    […] Jepang Seperti yang pernah saya sebutkan di tulisan ini, saya kepengen banget pergi ke Jepang. Pengen piknik di bawah pohon sakura, pengen mendaki Gunung […]

  • Leave a Reply