Saya

Iron Man 2: Saat Teknologi Jatuh ke Tangan yang Salah

Dalam satu kalimat singkat: film kedua ini tidak sehebat yang pertama. Entah karena tidak sesuai ekspektasi, atau juga karena ceritanya kurang memikat.

Setelah identitasnya terkuak di Iron Man I, Tony Stark menghadapi tantangan dewan keamanan nasional. Dewan yang disetir oleh produsen senjata saingan Stark, Justin Hammer, menginginkan pemaparan informasi teknologi dari kostum baja yang dikenakan Iron Man.

Demi menghindarkan Stark dari hukuman penjara karena penolakannya untuk berbagi informasi, James Rhodes terpaksa ‘mencuri’ salah satu versi kostum baja Iron Man untuk dipelajari. Namun tindakannya berbuah petaka, karena kostum tersebut justru dicuri oleh Hammer.

Dibantu oleh Ivan Venko, yang membenci Stark karena masa lalu, Hammer punya niatan buruk membuat pasukan robot yang ingin menguasai dunia. Dibantu oleh rekan2 barunya, Iron Man bertempur melawan pasukan robot jahat yang dikendalikan oleh Vanko.

Buat kebanyakan penonton (terutama yang berjenis kelamin laki-laki :P), yang paling menarik dari film ini adalah kemunculan Scarlett Johansson sebagai Natalie Rushman, seorang agen rahasia Rusia yang jago berkelahi. But everybody, including me, should have been agree that she looked hot!

Mickey Rourke sebagai Ivan Vanko juga menarik. Tapi entah kenapa gue lebih suka villain di film pertama. Mungkin karena di situ ada cerita pengkhianatan kali ya. Di film ini yang jahat juga sangat mudah ditebak dari awal. Itu masih ditambah adegan pertempuran yang juga kurang ‘wow’. Kayaknya porsi dramanya lebih besar ketimbang actionnya –jika dibandingkan dengan film pertama.

Terlepas dari hal-hal tersebut gue masih melihat film ini cukup menarik. At least, banyak teknologi yang dipaparin di film ini yang tetap bikin mupeng. And i loves Tony Stark. He’s still my favourite super hero 🙂

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply