kertasfile
Lifestyle

Kertas File dan Memori Yang Tertinggal

Postingan ini terinspirasi dari peristiwa beberapa hari yang lalu.

Saya memiliki keponakan yang masih duduk di kelas 1 SD. Dia adalah anak kakak kandung suami saya. Karena setiap minggu selalu berkunjung ke rumahnya saya jadi mulai hapal kegemarannya. Salah satunya adalah mengumpulkan kertas file dalam binder.

kertasfileMelihat kegemaran keponakan saya mengumpulkan kertas file, saya jadi teringat diri sendiri.

Waktu masih seusianya saya juga gemar mengumpulkan kertas file berwarna-warni yang berbau harum. Kadang, kertas file yang sudah lama disimpan saya pergunakan untuk menulis. Kadang, cuma buat dicorat-coret. Kadang juga, nggak diapa-apain dan akhirnya dibuang ibu ke tong sampah.

Lucunya, walaupun nggak selalu terpakai, saya selalu memilih kertas file dengan “serius”. Pokoknya pengennya yang baunya nggak mencolok dan gambarnya nggak norak.

Kembali ke keponakan saya, dia juga pemilih. Pengennya kertas file-nya bermerk tertentu dengan gambar tertentu.

Alhasil sekali waktu pengen ngebeliin kertas file saya pusing tujuh keliling karena tidak menemukan yang bermerk yang diminta.

Seiring perkembangan zaman, anak-anak sekarang disebut-sebut lebih dekat dengan berbagai hal yang serba digital. Mungkin juga anak-anak sekarang kagok kalau disuruh menulis, karena mereka lebih sering memencet (keyboard) atau menggeser (touchscreen). Termasuk keponakan saya yang sudah jago megang gadget itu.

Tapi walau berbeda zaman masih ada kesamaan yang tidak lekang oleh waktu.

Ah, memori kertas file 😀

Previous Post Next Post

You Might Also Like

4 Comments

  • keke naima March 17, 2013 at 2:33 pm

    Nai juga sempet suka koleksi ketas file itu, cuma nyimpennya blm apik

    • mels March 18, 2013 at 11:31 am

      Beliin binder yang lucu-lucu, mba 😀

  • haya March 12, 2013 at 2:41 am

    Aku dulu jg suka ngumpulin kertas file di binder #toss

  • Leave a Reply