breaking dawn 2
Movie, Thoughts

Ketika Buku Jadi Film

Sebetulnya sudah lama pengen menulis soal tema ini. Tapi baru serius kepikiran menulis setelah menonton ‘Breaking Dawn Part 2’ beberapa waktu yang lalu.

Film ‘Breaking Dawn Part 2’ merupakan film terakhir dari cerita berseri yang diangkat dari buku laris karya Stephenie Mayer. Menurut pendapat saya, ‘Breaking Dawn Part 2’ adalah salah satu yang terbaik dari saga Twilight. Bahkan lebih bagus dibandingkan part 1-nya.

Saya cukup menikmati actionnya, dramanya dan twisted ending yang tersaji. Oke. Nomor dua favorit saya setelah film Twilight yang pertama.

Tetapi saya tidak membaca sampai habis keempat buku serial Twilight. Karena menurut pembaca setianya, film kedua dari buku terakhir ini sesungguhnya mengecewakan.

Apakah buku yang diangkat menjadi film selalu mengecewakan? Saya belum pernah menemukan data statistiknya. Tapi berdasarkan pengalaman saya kebanyakan memang tidak bisa memuaskan pembaca. Beberapa keluhan terbesar pembaca yang buku favoritnya diangkat ke dalam film adalah detail yang tidak terwujud di dalam film, cerita yang dipotong dan aktor/ aktris yang berperan tidak sesuai dengan imajinasi pembaca terhadap karakter tertentu.

Menyamakan detail di buku dan film rasa-rasanya memang sangat sulit –kalau boleh dibilang tidak mungkin. Sebab film dibatasi oleh durasi. Banyak pembuat film selalu menggunakan alibi ini apabila banyak pembaca protes.

Sutradara film seperti David Yates akhirnya mencoba mensiasati durasi dengan cara membuat bagian terakhir yang dianggap klimaks menjadi dua bagian. Seperti ‘Harry Potter and The Deathly Hallows Part 1 & 2’ dan ‘Breaking Dawn Part 1 & 2’. Tapi tetap saja ada yang tidak puas.

Mungkin pembaca perlu menyikapinya seperti pernah dikatakan oleh Anwar Fuadi, penulis buku Negeri 5 Menara: anggap saja film yang diangkat dari buku dan bukunya sendiri sebagai dua karya yang berbeda.

Setuju?

Previous Post Next Post

You Might Also Like

2 Comments

  • keke naima December 10, 2012 at 1:21 pm

    kl buku jd film biasanya suka ada yg beda2nya ya

    • mels December 13, 2012 at 9:52 am

      betul mba, mangkanya enakan nonton film gag usah baca bukunya =))

    Leave a Reply