10735125_1480198232240653_1915943207_n
Traveling

Leyeh-leyeh di Pantai Pandawa

Alhamdulillah, masih diberi rejeki untuk liburan ke Bali lagi.

Terakhir kami berdua ke Bali dua tahun yang lalu, saat merayakan ulang tahun pernikahan yang pertama. Tahun ini karena mendapatkan promo menginap di hotel berbintang lima dengan harga bintang tiga langsung cuss deh booking pesawat dan lainnya untuk merayakan ulang tahun pernikahan yang ke-3.

Berhubung sudah yang kesekian kali buat kami berdua ke Bali, itinerary perjalanan tahun ini harus berbeda dari sebelumnya. Kali ini kami berdua berencana untuk mengeksplor sebelah paling selatan dan tengah Bali.

Karena landing di Bali hari Jumat tengah malam, hari itu kami langsung menuju ke Kuta Beach Heritage Hotel untuk beristirahat. Enaknya menginap di hotel ini karena di seberangnya langsung berhadapan dengan Pantai Kuta. Pagi-pagi sebelum sarapan kami bisa menikmati kesunyian pantai dan udaranya yang cukup enak. Sepoi-sepoi gimana gitu.

Setelah serah terima kunci mobil sewaan di hotel, kami bersiap menghadiri sebuah acara di Hotel Novotel, Nusa Dua. Menuju ke sana, kami memutuskan menggunakan jalur tol di atas laut. Kebetulan, suami belum pernah melihat langsung tol ini, so, he’s very excited to drive along the toll road.

Sekitar pukul 12.30 acara selesai kami langsung beringsut menuju Pantai Pandawa. Menggunakan Google Maps andalan, rute kali ini dirasa tidak begitu panjang. Tapi berliku-liku. Apalagi, kami sempat “nyasar” hingga melewati jalan rusak yang (tampaknya) memang bukan jalan utama menuju Pandawa. Walaupun melewati jalan rusak, kami sampai ke Pandawa dengan menempuh waktu kurang lebih 30 menit saja dari Nusa Dua.

And it was worth the drive. Hanya dengan biaya masuk Rp 5000 untuk mobil, dan Rp 3000 per orang kami disuguhi laut paling biru yang pernah kami lihat. Ditambah udara sepoi-sepoi sepanjang hari dan kursi malas berpayung lebar di atas pantai berpasir putih tambah perfect deh lokasi holiday yang sedang hits ini. Kami berdua sampai ketiduran lho di kursi malasnya.

Si Jenong pun kelewatan berenang di atas laut biru karena sekitar pukul 15.00 laut mulai surut sehingga menyisakan karang-karang dan hewan laut yang berwarna-warni. Oh ya, menurut salah satu nelayan yang ditemui si Jenong, setiap sore menjelang matahari tenggelam mereka akan melakukan aktivitas menanam rumput laut.

Masih menurut penduduk setempat, pantai ini masih dikelola oleh desa adat setempat. Jadi, retribusi, sebagian hasil berjualan makanan di warung dan sewa kursi seperti yang mereka lakukan akan kembali ke desa. So, dibandingkan dreamland yang tampaknya sudah dikelola developer besar, fasilitas di pantai ini masih bisa dibilang kurang. Namun melihat pembangunan akomodasi dan infrastruktur di sekitarnya tidak heran jika di tahun-tahun mendatang pantai ini akan sepopuler pantai-pantai yang ada di tempat lainnya.

Selain Pantai Pandawa sebetulnya hanya satu dari sekian banyak pantai cantik tersembunyi yang ada di Bali. Dengan segala keindahan alamnya Bali akan sangat susah digeser dari tujuan wisata paling favorit di Indonesia.

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply