Linkedin
Review, Social Media

Linkedin, Jejaring Sosial Para Pekerja

Beberapa waktu yang lalu saya membaca update dari salah satu jejaring sosial yang saya ikuti. Disebutkan Linkedin sudah menembus 100 juta member dengan pertumbuhan satu juta member per pekan dengan profil seperti ini.

Dibandingkan dengan jejaring sosial populer seperti Facebook (600 juta member) atau Twitter (200 juta member), angka 100 juta member mungkin tidak istimewa. Tetapi dibandingkan kedua jejaring sosial tersebut, justru menurut saya Linkedin-lah yang paling unik.

Tidak seperti jejaring sosial populer lainnya, Linkedin secara fungsi lebih banyak menawarkan fasilitas untuk melakukan networking secara profesional bagi para penggunanya. Tengoklah kolom profil penggunanya. Di situ tidak hanya ditampilkan foto, biodata dan hobi/ interest semata, pengguna juga dapat mengisi riwayat pekerjaan, deskripsi pekerjaan sampai meminta rekomendasi dan merekomendasikan teman. Mirip seperti curriculum vitae online.

Hampir mirip dengan jejaring sosial lainnya, Linkedin juga memiliki fitur untuk mengupdate status, yang juga telah terintegrasi dengan jejaring sosial populer seperti Twitter dan Facebook. Ada juga fitur groups, yang fungsinya mirip seperti mailing list.

Perbedaan paling mengemuka dari jejaring sosial yang diluncurkan pada tahun 2003 tersebut dari lainnya adalah fitur Jobs. Di situ pengguna tidak hanya dapat mencari pekerjaan dengan berbagai kategori search, namun juga bisa langsung men-submit profil yang, sudah saya duga, berfungsi sebagai curriculum vitae! Soalnya yang membuka lowongan adalah perusahaan yang membuka account resmi di Linkedin. Jadi Jobsdb, Job Street dan portal sejenis punya saingan nih!

Oh ya, perbedaan lain adalah jejaring sosial ini menawarkan kesempatan untuk menjadi member premium. Fasilitas yang ditawarkan diantaranya adalah Jobseeker badge dan Inmail, yaitu fitur untuk mengirimkan pesan langsung kepada siapapun yang ada di Linkedin.

Namanya jejaring sosial untuk para pekerja, jangan berharap menemukan teman Anda men-tag foto atau mengisi wall Anda. Soalnya, seperti saya bilang, jejaring sosial ini dibuat supaya membernya kelihatan profesional.

Saya sebetulnya nggak sering-sering banget buka linkedin, dan tergolong sangat telat bergabung, namun rasanya belum telat menulis review ini karena dalam beberapa bulan terakhir jejaring sosial ini tampak naik daun. Terbukti dari request friend yang saya terima dan aktivitas teman-teman di sana –saya mendapatkan summary-nya setiap pekan.

So, tertarik untuk menambah satu lagi jejaring sosial Anda?

Previous Post Next Post

You Might Also Like

5 Comments

  • Unik Informatika November 6, 2012 at 2:29 pm

    saya tertarik menambah satu lagi jejaring sosial saya, setelah sya membaca tulisan anda..
    terima kasih brother..
    🙂

    • mels November 13, 2012 at 11:09 am

      sama-sama, masnya 😀

  • Millionaires Club July 24, 2012 at 2:58 pm

    Hi there, I’m really impressed with your writing skills as well as with the layout on your weblog. Is this a paid theme or did you modify it yourself? Anyway keep up the nice quality writing, it’s rare to see a nice blog site like this one nowadays.. Btw, if you would like to make money from every single visitors you receive to the links in your blog posts, you can use AdTrim to shorten your links to earn up to $44 per 10,000 views. At this time the site is paying on time. I made over $1500 With AdTr.im within a month’s time. They do not ask for you to upgrade or purchase anything. Earning money is easy for each visitor to your blog with this url shortener. Thanks a lot.

  • Kata Huda™ April 19, 2011 at 7:37 am

    wah, saya juga punya LinkId loh. sama, saya juga jarang pake. tapi sepertinya beberapa profesional di luar negeri memang lebih menyukai LinkId dari pada jejaring sosial lain. kesannya seperti resume online kita.

    salam kenal 🙂

    • mels April 19, 2011 at 8:08 am

      betul mas, trims atas kunjungannya 😀

    Leave a Reply