#throwback #sydney #morningview
Traveling

Membuat Visa ke Australia, Mudah

Beberapa minggu lalu saya dipercaya kantor untuk meliput ke Sydney, Australia. Sebelumnya, tentu saja saya harus mengurus visanya terlebih dahulu.

Dari hasil browsing di internet, saya mendapati bahwa mengurus visa Aussie tidak terlalu sulit. Pertama, persiapkan segala dokumen asli dan fotokopinya seperti paspor, surat keterangan dari kantor, surat nikah (bagi yang telah menikah) atau akta lahir, surat undangan (apabila Anda hadir atas undangan seseorang di Aussie atau di Indonesia), bukti keuangan 3 bulan terakhir, dokumen pengajuan visa dan foto 3×4. Oh ya, bawa juga fotokopi visa-visa terdahulu Anda (apabila ada) sebagai penunjang. Kabarnya, kalau sudah pernah dapat visa Amerika atau UK approval-nya akan lebih mudah.

Untuk dokumen pengajuan visa bisa diisi via online yang informasinya bisa diperoleh melalui link ini. Pada saat pengajuan, pastikan terlebih dahulu jenis visa yang ingin Anda dapatkan dengan membaca website di atas. Kalau saya dalam hal ini mengajukan visa bisnis.

Setelah itu pastikan semua dokumen asli dan fotokopinya dibawa ke lembaga yang dipercaya untuk menerima aplikasi visa Australia, Selandia Baru, Inggris sampai beberapa negara Skandinavia. VFS Global, nama lembaga tersebut, di Jakarta berlokasi di lantai 2 Kuningan City Mall, Jl Prof Dr Satrio Kav 18. Jangan sampai ada yang ketinggalan, kalau tidak mau seperti saya yang harus bolak-balik Kuningan-Kalibata karena “lupa” membawa fotokopi surat nikah.

Proses melalui pihak ketiga untuk visa Aussie agak mirip dengan pengajuan visa China. Jadi setelah apply kita tinggal menunggu apakah visa disetujui atau tidak –tidak ada wawancara lagi. Tapi untuk Aussie, prosesnya jauh lebih cepat dibandingkan waktu saya apply visa China tahun 2011 lalu. Bayangkan, saya menyerahkan dokumen pengajuan visa hari Jumat dan hari Senin (3 hari kemudian) saya sudah mendapatkan informasi via email kalau visa saya sudah disetujui. Kilat banget!

Yang saya nggak sangka sebelumnya, ternyata visa Aussie sudah terotomatisasi, kita hanya menerima berupa kode Grant ID saja via email. Jadi nggak ada tuh yang namanya cap visa di paspor. Pas masuk ke Aussie juga Anda tidak harus menunjukkan apa-apa, cuma paspor thok dan secara otomatis imigrasi bisa membaca apakah Anda sudah mendapatkan otorisasi untuk masuk Aussie atau nggak. Tapi buat jaga-jaga in case ditanya imigrasi print saja bukti Grant ID yang Anda peroleh melalui email.

Sekedar tips, apply visa Aussie sangat online, jadi kalau Anda ditawari VFS apakah mau mendapatkan informasi via SMS (yang harus bayar Rp 25 ribu kalau nggak salah) bilang saja enggak karena lewat email semua informasi dikirimkan dengan cepat.

Untuk visa bisnis saya cuma dikasi 3 bulan, tapi kabarnya untuk visa turis bisa sampai 1 tahun. Itu dengan beberapa pengecualian seperti tidak boleh untuk studi ataupun bekerja di Aussie.

Mudah ya? Asal mengikuti prosedur pasti mudah dan cepat.

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply