GBK
Sports, Thoughts

Mengapa Yang Embel-Embelnya Luar Negeri Selalu Lebih Menarik?

GBKCuma pengen berbagi pendapat saja.

Hari Sabtu, 9 Februari 2013, saya dan suami menyaksikan laga sepakbola antara AC Milan Glorie vs Indonesia All Star Legend. Laga tersebut dilangsungkan di Gelora Bung Karno.

Bagi yang belum tahu, Milan Glorie merupakan kumpulan mantan pemain Milan, klub sepakbola asal Italia, yang sangat terkenal pada zamannya. Diantaranya adalah Paolo Maldini, Franco Baresi, Serginho dan Andriy Shevchenko. Dulu, saya termasuk yang menggilai tim ini. Demikian juga dengan suami saya.

Sedangkan lawan Milan Glorie, Indonesia All Star Legend, adalah kumpulan mantan pemain timnas. Ada Bambang Pamungkas, Kurniawan Dwi Julianto, Peri Sandria, Firman Utina. Sebagian besar orang Indonesia pasti tahu lah setidaknya satu
nama yang saya sebutkan.

Tidak bisa dipungkiri magnet utama bagi 40 ribuan penonton yang hadir pada sore itu adalah tim Milan Glorie. Jika sebelumnya mereka hanya dapat disaksikan di layar kaca, kapan lagi menyaksikan Maldini menggocek bola di depan mata kalau nggak saat itu? Nggak heran walaupun bermain di Indonesia, pada hari itu saya merasa tuan rumah sesungguhnya adalah tim Milan Glorie.

Setiap kali pemain Milan menggiring bola, tepukan tangan membahana. Sesekali para fans fanatik yang menonton di tribun seberang membawakan chants (yel pendukung) bagi tim Milan Glorie. Apalagi ketika bola menjebol gawang Indonesia, wuih, hebohnya minta ampun. Pertandingan sendiri berakhir 4-2 untuk Milan Glorie.

Ironisnya, hal tersebut tidak terjadi jika yang menggiring bola adalah tim Indonesia All Star Legend. Bahkan Bambang, yang hari itu menyumbang dua gol beberapa kali di-bully dengan teriakan “Huuuu…”. Kenapa, sih?

Jujur, sebagai penonton yang nge-fans Milan, tapi juga nge-fans dengan timnas Indonesia, ada perasaan sedih yang membuncah. Kok, tim asing yang ibaratnya jauh dari jangkauan dipuja sedemikian rupa, sementara tim yang berisi pemain yang (pernah) membela kehormatan negara justru dicemooh.

Apakah embel-embel dari negara asing selalu lebih menarik daripada negeri sendiri? Nggak mesti dari sepakbola-nya ya. Mulai dari budaya, produk fashion sampai musik dan film kok kayaknya lebih banyak yang suka jika berasal dari luar negeri daripada produk lokal?

Itu sebenarnya pertanyaan yang juga menohok saya pribadi. Tapi setidaknya jika saya tidak suka (produk) lokal, saya akan berusaha keras untuk tidak mencemooh.

Setuju?

Previous Post Next Post

You Might Also Like

3 Comments

  • inggg October 10, 2013 at 6:26 pm

    kenapa Bepe vs Milan Glorie kalo bawa bola di sorakin? karena Bepe penggemar Inter Milan. tau kan antara Milan dan Inter??!!!

    • mels October 17, 2013 at 12:43 pm

      Tau, tapi Bepe hari itu nggak lagi bela Inter Milan deh tapi timnas Indonesia…

  • keke naima February 17, 2013 at 2:25 pm

    setuju sy kadang suka sebel kalo ada yg bilang “Indonesia Banget!” tapi maksudnya utk nyindir..

  • Leave a Reply