Saya

Nanny Diaries

Chick movie yang kurang inspiring. Standar. Please, deh, Scarlett Johansson, jangan lagi main film genre beginian, ah.

Scarlett Johansson berperan sebagai Amy Braddock, lulusan kampus cukup terkenal di New Jersey, yang “dipaksa” ibunya untuk bekerja kantoran sebagaimana rekan2nya sekampusnya.

Tapi Amy ogah. Selain karena merasa nggak happy kerja kantoran, dia seakan-akan mendapatkan inspirasi lebih setelah bertemu dengan seorang wanita high class dari Manhattan yang secara tak sengaja ditemuinya di sebuah taman.

Maksudnya tapi bukan jadi sosialita seperti Mrs. X itu, tapi jadi nanny alias pengasuh anak! Iya, doi penasaran dengan gaya hidup perempuan jet set seperti Mrs. X. Ditambah, doi kepincut dengan putra asuhnya yang bandel tapi sekaligus menggemaskan. Tapi bisa nggak, ya, Amy jadi nanny yang menyenangkan?

Secara gue belum pernah baca novelnya (walau di rumah ada sih di rak buku), ni film kok nggak ada inspiring2-nya, ya. Kemungkinan besar karena Scarlett Johansson, aktris yang belum pernah gue liat main bagus di film mana aja deh yang sempet gue tonton (ie: Lost in Translation, The Prestige). Mungkin akan beda kalo yang main, misalnya, Drew Barrymore.

Moral of the story-nya, yang kalo kata gue,”nggak penting menjadi sukses yang penting lo happy menjadi diri lo sendiri”, juga kurang mengena. Abis, ending-nya Amy juga nggak jadi siapa2 *spoiler*, cuma memang dia happy karena dari petualangannya sebagai nanny dia menemukan sang pujaan hati *klise*.

Barusan nyontek IMDB novel dan filmnya rupanya beda banget ceritanya. Mungkin kita harus baca novelnya aja. Kalau mo nyari lucu sekaligus terinspirasi, gue saranin nonton lagi deh film2 Bridget Jones atau Legally Blonde.

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply