Saya

Nonton Teater IMAX di TMII

Ini cerita yang tercecer beberapa bulan yang lalu. Sebetulnya saya sudah pernah nonton di teater IMAX, tapi karena sudah sangat lama jadi lupa! Sebelum lupa lagi, sekaligus untuk menepati janji saya di tulisan ini hehehe, saya mau cerita pengalaman saya.

Hari itu saya dan keluarga menemani keluarga ibu yang datang dari Pontianak jalan-jalan ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Karena di Pontianak belum ada teater IMAX, Keong Emas pun dipilih sebagai tujuan wisata yang pertama.

Nggak sulit untuk menemukan Teater IMAX di TMII karena bangunan berbentuk keong raksasa ini dapat terlihat dari gerbang utama. Setelah melewati pintu antrian, di pintu masuk ada loket yang menjual tiket. Informasi dari telepon, teater ini cuma menjual tiket on the spot, alias belum online.

Di depan Keong Emas

Di depan Keong Emas

Baiklah, setelah melihat jadwal pertunjukan kami memutuskan untuk menonton film yang tayang jam 16.00 WIB. Oh ya, bioskop ini memutar film setiap jam mulai pukul 12.00 WIB (kecuali Sabtu dan Minggu mulai pukul 10.00 WIB). Namun tidak seperti dulu yang cuma memutar film dokumenter, sekarang Keong Emas juga memutar film yang diputar di bioskop. Hari itu kami membeli tiket untuk film berjudul ‘T-Rex’ dengan tiket seharga Rp 30.000 per orang. Adapun tiket untuk film produksi Hollywood di jam berikutnya, ‘Madagascar 2: Escape to Africa’ dijual seharga Rp 50.000.

Nggak seperti di bioskop 3D, Keong Emas tidak menyediakan kacamata khusus. Namun melihat ukuran layarnya yang jumbo (Standar layar IMAX adalah 22 meter lebar dan 16 meter panjang menurut wikipedia), rasanya penonton tidak perlu lagi menggunakan kacamata untuk mendapatkan efek tiga dimensi yang ditawarkan.

Setelah googling, saya mendapati bahwa film yang selengkapnya berjudul ‘T-Rex: Back to Cretaeous‘ yang diputar hari itu diproduksi tahun 1998. Rupanya lagi film ini memang dibuat dengan format IMAX. Bercerita tentang petualangan seorang anak arkeolog yang bermain-main dengan sebutir telur dinosaurus di museum tempat ayahnya bekerja. Telur ini membawanya berpetualang ke zaman dinosaurus.

Dengan efek layar super lebar dan suara surround, penonton diajak untuk ikut berpetualang. Walaupun filmnya di-dubbing dan kursinya kurang nyaman tapi nggak sampai mengganggu kenikmatan, kok. Efeknya tetap bikin banyak penonton terkesima. Apalagi film ini dibuka dengan scene yang oke. Penonton seolah-olah diajak terbang melewati gurun pasir di benua Amerika sana. Tante yang mengajak sepupu saya yang berusia 5 tahun sampai berseru heboh, “wah, kita terbang Wi (Tiwi, sepupu saya).”

Cuma bisa menangkap sebagian layarnya

Cuma bisa menangkap sebagian layarnya

Lain lagi di scene pertarungan T-Rex dengan musuhnya (saya nggak hapal jenisnya :D). Ketika T-rex hendak memangsa musuhnya, penonton seolah-olah masuk ke dalam mulut sang pemangsa. Anak kecil di sebelah saya sampai menutupi matanya dengan tas. Alhasil sang ibu sibuk membujuk anaknya untuk melepas tas dan melihat ke depan. “Nggak apa-apa, kok” katanya. Sayang action dinosaurusnya kurang banget. Jadi jangan dibandingin dengan Jurassic Park ya!

Tak terasa, satu jam sudah film diputar. Mungkin karena kurang terbiasa dengan tontonan 3D, kepala agak pusing sekeluarnya dari teater. Namun sebagai percobaan pertama setelah bertahun-tahun teater IMAX ini lumayan juga sebagai alternatif. Apalagi kalau yang Anda ajak nonton adalah sepupu atau keponakan yang masih kecil.

Punya pengalaman nonton di teater IMAX juga?

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply