rumah1
Lifestyle, Marriage

Pengalaman KPR Syariah

Huaaaa, lama banget nggak update blog. Akibat sempat lupa perpanjang domain, lalu sok sibuk, lalu lalu lalu, blog ini dianggurin. Mumpung sedang punya waktu lowong dan punya bahan cerita jadi…

Alhamdulillah awal tahun 2016, saya dan suami berhasil mewujudkan satu lagi impian kami yaitu punya rumah. Pencarian rumah sebetulnya sudah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu, tapi ternyata jodohnya baru sekarang.

Tapi saya nggak mau cerita panjang lebar soal rumah soalnya sekarang masih tahap renovasi (rumahnya ready stock). Nanti ya cerita lebih detail kalau sudah cantik. Kali ini saya mau bercerita soal pencarian KPR.

Sama seperti saat membeli apartemen, kali ini juga rumah kami masih mengandalkan KPR untuk pembeliannya. Kebetulan developer rumah ini bekerjasama dengan bank syariah. Karena sebelumnya sudah pernah KPR di konvensional pas banget kalau sekarang kami apply ke yang syariah. Insya Allah juga lebih berkah.

Ada 3 bank rekanan yang oleh developer ditawarkan kepada kami. Dari ketiga bank tersebut, pilihan kami mengerucut kepada 2 yaitu Bank Syariah Mandiri dan Bank DKI Syariah. Kedua bank memiliki kelebihan dan kekurangan. BSM misalnya, menerapkan pembayaran plafon secara step up, jadi 2 tahun pertama kami bisa mencicil lebih kecil dibandingkan 13 tahun sisanya. Sedangkan DKI Syariah memberikan kemudahan untuk pengambilan kreditnya. Tapi cicilannya tetap selama 15 tahun.

Oh ya salah satu perbedaan KPR syariah dengan konvensional adalah di jangka waktu, syariah maksimal 15 tahun sedangkan konvensional bisa sampai 20 tahun. Sedangkan keuntungan mendasar menggunakan syariah adalah cicilannya yang tetap sampai jangka waktu peminjaman berakhir, jadi Anda tidak khawatir bunga floating. Pengecualian untuk promosi (mis: step up) seperti yang ditawarkan BSM dalam kasus saya. Tapi pada prinsipnya dengan pinjam di syariah kita jadi bisa memperkirakan jumlah cicilan sampai lunas.

Walau demikian salah satu kekurangannya menurut saya adalah di syariah tidak dikenal istilah pembayaran ekstra. Jadi kalau tiba-tiba kita dapat rejeki berlebih kita tidak bisa membayar di muka beberapa bulan. Kan, kalau di konvensional ada ya ekstra 5 bulan, 10 bulan dst, dari pembayaran extra porsi pembayaran hutang pokok dan cicilan kita juga disesuaikan.

Singkat cerita, setelah hitung-menghitung dan melakukan perbandingan, kami sampai pada keputusan untuk memilih BSM. Dan akad kredit telah dilaksanakan pada 29 Februari yang lalu. Yeay!

Untuk melaksanakan akad kredit di KPR Syariah tidak terlalu berbeda dengan konvensional. Pada Hari-H akad bawa kartu tanda pengenal asli, Kartu Keluarga asli, NPWP asli dan buku nikah bagi yang telah menikah. Oh ya jangan lupa bawa materai yang banyak! Setelah semua siap penandatanganan berkas-berkas akan berlangsung disaksikan oleh pihak bank, developer dan notaris yang telah ditunjuk.

Alhamdulillah, jadi juga jenong sama saya punya landed house. Jadi juga punya taman depan belakang dan kolam ikan. Sekarang siap-siap jebolin tabungan untuk renovasi dan beli furniture. Doakan rejeki lancar, aamiin…

Previous Post Next Post

You Might Also Like

2 Comments

  • Ria Fatmawati June 10, 2016 at 10:56 pm

    Assalamu’alaikum wr wb.

    Perkenalkan ka aku ayya, slh stu mahasiswi dr institut swasta dijakarta. i’m so happy tertarik membaca post web kk mengenai pembiayaan syariah di BSM. Karena sebelumnya aku pernah magang di BSM dan sekarang sedang menunaikan Tugas Akhirku prihal Pembiayaan Griya BSM.

    kalau kakak ga keberatan, apa kakak bisa jadi narasumber aku. secara kakak beserta suami sudah mengambil perumahan di BSM..

    Aku ingin bertanya ka :
    1. kk ambil pembiayaan griya landed house atau ready stock ka, alasanya karena kenapa?
    2. yang kk pahami secara singkat, perbedaan rumah landed house dengan ready stock apa ka?

    i’m waiting for your answer ka…

    thank you..

    wassalamu’alaikum wr wb

    • mels July 25, 2016 at 10:47 am

      hi ria

      1. saya ambil pembiayaan kpr, kebetulan rumahnya ready stock (rumahnya udah jadi) jadi nggak inden, ambil KPR karena keperluannya kan beli rumah
      2. ummm, agak bingung sama pertanyaannya, setau saya landed house itu rumah yang menapak di tanah kalo vertical house itu bisa apt atau rusun. Keduanya bisa ready stock bisa juga inden

    Leave a Reply