Traveling

Pengalaman Naik Taksi di New York

Aman nggak naik taksi di New York? Itu mungkin pertanyaan yang ditanyakan orang kalau mau berkunjung ke kota itu.

Berdasarkan sejarah yang saya baca di internet, perusahaan yang mempopulerkan taksi bercat kuning di Amerika sudah beroperasi sejak tahun 1907. Warna kuning dipilih karena warnanya ngejreng jadi bisa dengan mudah dikenali orang. Aslinya perusahaan Yellow Cab Co yang taksinya kuning berdiri di Chicago. Baru tahun 1912 perusahaan itu buka cabang di New York. Tapi kedengerannya taksi kuning di New York lebih ngetop ya.

Walaupun taksi berwarna kuning tak hanya ada di New York tapi menjajal armada ini di kota Big Apple adalah pengalaman tersendiri.

Seperti di banyak kota lainnya armada taksi di New York terdiri beberapa jenis, ada yang mobilnya sedan ada juga yang Multi-purpose Vehicle (MPV). Tapi walaupun MPV maksimal penumpang yang bisa diangkut cuma 4. Satu duduk di depan (sebelah supir) dan 3 di belakang. Lebih dari itu penumpangnya mereka nggak akan angkut.

Dalam taksi kuning di New York

Masuk ke dalam, yang unik adalah di antara supir dengan penumpang di belakang ada garis pemisah dari kaca. Lalu bagaimana bayarnya? Cukup lewat semacam loket. Mau bayar pakai debit/ kartu kredit? Ada mesin EDC buat gesek. Jangan lupa dilebihin buat bayar tip. Eh, otomatis sih soalnya Anda akan ditanya mau kasi tip berapa pas bayar itu. Tip berkisar 10-20% dari tarif. Setelah bayar Anda juga akan terima bon alias bukti bayar.

Jadi bisa dibilang penumpang punya keterbatasan interaksi dengan supir. Mungkin untuk privasi penumpang tapi bisa juga untuk minimalisir konfrontasi. Nggak main-main di kaca pembatas ditempel peringatan keras: dilarang ngatain supir atau penjara dengan ancaman sampai 20 tahun! Sadis, ya.

Bagaimana dengan tarif, mahal atau murah? Kalau tarif relatif ya. Abis nyontek Google, tarif dari bandara JFK ke Times Square berkisar 65,98 USD. Masih lebih murah dibandingkan naik taksi dari Hollywood ke Anaheim di Los Angeles.

Tapi salah satu kerugian naik taksi di New York adalah kamu bakal kena macet. Soalnya traffic di sana cukup padat. Apalagi kalau mau ke tempat wisata atau tempat-tempat hipster alias kawasan nongkrong. Walaupun gitu supir taksi di sana cukup terlatih meliuk-liuk di antara kemacetan. Harus gitu kayaknya ya.

Jadi sudah siap naik taksi?

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply