Marriage

Pernikahan Saya (4)

Setelah beberapa hal yang krusial dan menyita sebagian besar budget pernikahan saya, here comes printilan yang nggak kalah ribetnya.

4. Vendor Aisyah Suvenir
Alamat: Pasar Regional Jatinegara
No telp: (021) 8510411

Saya orangnya nggak mau ribetan cari vendor. So, untuk suvenir saya dan suami (ketika itu masih calon suami) langsung cuss ke pusatnya suvenir pernikahan di Jakarta, tepatnya di Jatinegara. Dapat vendor ini pun prosesnya cukup cepat, karena kami malas muter-muterin Jatinegara yang crowded dan gerah.

Vendor ini terletak di jejeran depan toko suvenir, toko ketiga yang kami datangi. Karena awalnya saya kepengen suvenir pernikahan saya berupa tempat tisu jadi di tiga toko tentu saja kami menengok varian bentuk tisu dan harganya.

Dan di Aisyah ini saya menemukan tempat tisu yang, menurut kami, menarik dan harganya bisa di-nego sesuai budget. Setelah deal harga dan ngasih DP kami dijanjikan tempat tisunya jadi tiga minggu kemudian.

Tapi janjinya molor sekitar dua minggu. Secara acara saya juga masih lama, saya pesan suvenir bulan Juli untuk bulan Oktober, jadi nggak ada complain.

Saya baru complain berat ketika mengecek suvenir yang telah jadi dan menemukan 30 dari 399 (kurang 1 dari jumlah pesanan saya) tempat tisu saya cacat. Saya minta suvenir diganti. Mba Nurul, staf toko Aisyah yang penyabar, menyanggupi dengan janji suvenir selesai seminggu kemudian.

Tapi apa yang terjadi? Tentu saja seminggu kemudian suvenir penggantinya belum jadi. Dan janjinya pun molor sampai habis lebaran karena orang-orang yang ngerjain pulang kampung (hadeh). Suvenir pengganti baru siap diambil sekitar satu bulan sebelum hari-H. Lega.

Kesimpulannya vendor ini not really recommended. Tapi usaha mereka untuk mengganti suvenir cacat saya boleh juga.

5. Vendor Undangan Tinta Emas
Alamat: Jl Raya Bogor No 29 Hek, Kramat Jati Jakarta Timur
No telp: (021) 8005095, 081373459593 (Budhi)

Ini salah satu vendor saya yang paling kooperatif. Soalnya jadinya tepat waktu (lebih cepat bahkan dari janjinya), mau direpotin dengan perubahan dari konsep awal dan mau ngasih bonus yang lumayan.

Oh ya, sekedar tips, selalu bicara dengan yang punya atau yang memiliki otoritas seperti Pak Budhi di sini kalau mau negosiasi harga. Dan jangan lupa ajak keluarga buat memperkuat negosiasi :D.

Vendor ini saya dan suami temukan dalam perjalanan ke Pasar Tebet. Jadi daripada nantinya harus bolak-balik ke Tebet yang agak jauh dari rumah saya di Pondok Gede maka dicari yang secara jarak lebih terjangkau. Apalagi secara harga juga nggak jomplang sama Pasar Tebet.

Sebetulnya kami kepengen konsep undangan yang sederhana saja. Hard cover tapi tanpa amplop. Tapi ternyata yang sederhana juga nggak bisa murah sekali. Apalagi kami hanya pesan 350 buah. So, setelah utak-atik, dengan budget di bawah 6000 rupiah jadilah undangan kami.

 

Foto hasil editan. Seharusnya dasar berwarna merah marun dengan tinta emas dan pita emas

 

6. Vendor Seragam Panitia dan Keluarga Permata Textile
Alamat: Pasar Cipadu

Proses membeli seragam keluarga pada awalnya lancar dan menyenangkan. Saya, ibu dan salah satu tante yang bertindak sebagai panitia menemukan bahan kebaya bermotif cantik di toko Permata Textile Pasar Cipadu.

Keputusan untuk membeli seragam di Cipadu karena pertimbangan tempat lain, seperti Pasar Tanah Abang, terlalu crowded dan mencari harga yang lebih bersaing ketimbang Mayestik maupun ITC Cempaka Mas.

Bahan untuk panitia dan keluarga kalau nggak salah tille Prancis. Penjualnya, yang orang keturunan India itu, juga pandai memadu-madankan warna furing sehingga bahannya tampak semakin cantik di mata kami.

Ditambah dengan harga yang bisa dinego, tanpa pikir terlalu panjang kami membeli bahan berwarna coral red (among tamu), ungu kemerah-mudaan (saudara kandung) dan kuning gading (para eyang) dengan total untuk 19 orang.

Sebelumnya ibu membeli bahan berwarna kuning emas (resepsi) dan hijau lumut (akad) di toko yang lain. Harga bahan yang dibeli untuk ibu lebih mahal, namun wajar karena dipenuhi bordiran. Setelah membeli semuanya kami pulang dengan perasaan puas dan senang.

Rasa senang dan puas berubah setelah kami pulang ke rumah. Karena begitu terlenanya dengan warna-warni cantik di Permata saya tidak menyadari kalau bahan yang dibeli kurang matching dengan tema resepsi pernikahan saya (pada awalnya) yang berwarna biru. Ouch!

Daripada harus membeli baru lagi, yang berarti bakal memakan biaya lagi, saya dan ibu memutuskan untuk mengganti tema pernikahan menjadi warna merah maroon dan gold. Warna sejuta umat sih, tapi daripada nggak matching?

Secara anggaran, pengeluaran untuk seragam melebihi budget. Penyebabnya apalagi kalau bukan bahan kebaya ibu dan furing-furing yang lebih mahal sedikit dari standar karena bahannya yang lebih halus. Namun melihat hasilnya setelah dijadikan kebaya saya nggak bisaĀ berhenti tersenyum. Keluarga dan panitia pernikahan saya semua tampil cantik! Nggak salah pilih deh pokoknya.

Hore! Selesai juga review item-item pernikahan saya. Kalau nggak malas (:p) setelah ini saya akan menceritakan pengalaman saya masih di seputar persiapan dan pernikahan. Oh ya, foto-foto untuk dua postingan saya menyusul.

Until then, have a fabulous day everyone šŸ™‚

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply