samsat bekasi kota
Lifestyle, Tips

Perpanjangan STNK di Bekasi

samsat bekasi kota

Awal bulan Desember, pajak Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) si Karlito habis. Karena surat resmi mobil kesayangan kami itu tercatat di Polda Bekasi maka perpanjangan pun harus dilakukan di Bekasi.

Saya bertekad mengurus soal perpanjangan ini sendirian karena saya termasuk orang yang benci suap. Jadi, selama bisa dikerjakan sendiri maka nggak ada alasan untuk tidak mengerjakan sendiri tanpa bantuan perantara apalagi calo.

Hari Sabtu pagi itu berbekal informasi dari Google saya pun mendatangi outlet samsat di lantai dasar Mal Pondok Gede dengan harapan bisa memperpanjang STNK yang jatuh tempo sebentar lagi.

Fotokopi KTP (check), fotokopi STNK (check), fotokopi Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor alias BPKB (check). Formulir perpanjangan yang saya peroleh dari petugas outlet sudah diisi. Seluruh berkas asli juga sudah disiapkan.

Eh, begitu mau diserahkan ke outlet berkas saya ditolak karena BPKB masih memakai surat keterangan dari leasing (ihiks, Karlito memang belum lunas cicilannya). Dan dari informasi petugas yang ada, BPKB yang masih leasing hanya bisa diperpanjang STNK-nya di Samsat Bekasi Kota.

Duh!

Daripada harus bolak-balik lagi di lain hari, saya pun bertekad untuk mengurus surat di samsat Bekasi Kota yang terletak tak jauh dari kantor Walikota Bekasi hari itu juga. Kebetulan samsat Bekasi Kota juga baru tutup pukul 12.00 siang.

Sesampainya di sana, proses dimulai dengan mengisi formulir perpanjangan STNK. Tapi karena saya sudah mengisi formulir tersebut di outlet samsat, saya bisa langsung menuju ke proses selanjutnya yaitu ke booth pengecekan pajak progresif.

Di sini saya agak gondok karena selain antriannya tidak teratur petugasnya kurang informatif. Walaupun demikian jika berkas (asli dan fotokopi yang sempat saya sebutkan di atas) sudah lengkap pengecekan tidak memakan waktu lama. Apalagi kalau Anda belum terkena pajak progresif. Cuma 10 menit.

Setelah itu saya disuruh naik ke lantai 3. Di sana saya kembali harus melapor ke booth khusus pendaftar dengan BPKB yang masih leasing. Setelah 5 menit menunggu dan membayar Rp 20 ribu saya diminta mengambil antrian pembayaran perpanjangan pajak di booth sebelahnya.

Sampai proses pengambilan antrian waktu sudah pukul 11.00 siang. Proses pembayaran pajak ini yang memakan waktu paling lama. Kalau nggak salah saya menunggu setengah jam. Malah, menurut informasi yang terpasang di dinding rata-rata waktu dari berkas masuk sampai pembayaran adalah 1 jam.

Setelah setengah jam nama saya dipanggil. Hmm, saya sih merasa nomornya nggak ngurut ya, karena sebelum saya ada seorang bapak yang dipanggil namanya terlebih dahulu padahal saya lihat datangnya lebih lambat daripada saya. Saya sempat konfirmasi dua kali ke petugas karena saya merasa nomor yang dipanggil tidak sesuai urutan.

Setelah bayar pajaknya, saya nunggu lagi untuk pengambilan STNK baru. Nunggunya nggak lama, cuma 15 menit seingat saya. Tapi lagi-lagi nomor yang dipanggil tidak urut.

Saya merasa beruntung datang ke samsat Bekasi Kota menjelang siang. Saya nggak ngebayangin lama prosesnya kalau hari itu padat pengunjung. Samsat ini benar-benar perlu perbaikan pelayanan, deh.

Jadi, moral of the story postingan ini apa ya? Biar agak ribet dan memakan waktu jangan ragu ngurus perpanjangan STNK sendiri!

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply