Traveling

Pertamini

pertaminiDi kota-kota di Sumatera, terutama di jalur-jalur mudik, ada satu ciri khas yang tak terlepaskan dari pemandangan. Itu adalah adanya penjual bensin eceran di pinggir-pinggir jalan.

Kondisi ini sebetulnya tidak hanya dominasi Sumatera, di Kalimantan dan Jawa juga banyak ditemui penjual bensin eceran. Tapi baru di Sumatera saya menemukan yang berbeda.

Ketika pulang kampung pada periode Lebaran yang lalu, kendaraan kami sempat melewati deretan penjual bensin eceran. Penjual bensin eceran ini berbeda dengan penjual di tempat lain, yang biasanya memperdagangkan bensin dengan display botol-botol bensin dari botol bekas air mineral.

“Etalase” sebagai tempat berdagang adalah sebuah bilik segi empat lengkap dengan tangki bensin, alat untuk mengambil bensin di dalam drum, dan drum berisi bensin. Bilik tersebut mencantumkan cat merah dan biru dengan desain khas Pertamina. Lucunya, bilik tersebut dinamai Pertamini.

Kata keponakan yang asli daerah tersebut, mereka adalah pedagang-pedagang eceran yang difasilitasi BUMN tersebut. Tapi masa iya?

Suatu hari, suami saya mengisi bensin untuk motornya di Pertamini. Iseng-iseng kami pun bertanya dengan sang penjual.

Mereka menjual bensin eceran lebih mahal Rp 1.000-1.500 dari harga resmi di pom bensin. Ternyata, Pertamini bisa dibeli di toko material yang tersebar di daerah tersebut. Untuk satu bilik kalau nggak salah modalnya mencapai Rp 3,5 juta. Tetapi itu sudah termasuk bilik, alat untuk mengambil bensin sampai drum berisi bensin.

Kata sang penjual, berjualan dengan Pertamini lebih menguntungkan karena jika berjualan dengan botol bekas air mineral, bensin yang dijual cepat berkurang karena menguap terkena paparan cuaca panas dan dingin. “Kalau kayak begini bensinnya lebih awet.”

Untuk legalitasnya, entahlah, yang jelas mereka tidak dimodali siapapun selain oleh mereka sendiri.

Benar sekali pepatah yang bilang orang Indonesia adalah orang-orang yang kreatif. Buktinya, pom bensin saja bisa dibikin dari modal sendiri, lho!

Ckckck…

Previous Post Next Post

You Might Also Like

2 Comments

  • Elsha Parawira January 14, 2014 at 2:17 pm

    mau nge-like tapi gak ada tombolnya.. like this!! 🙂

    • mels January 15, 2014 at 4:00 am

      hehehe, oh iya, ta’ tambahin like-nya dulu.

    Leave a Reply