KTP
Rusunami, Tips

Proses Pembuatan KTP Kalibata City

Membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta itu kata orang susah. Birokrasi belibet. Belum lagi pungli-nya. Tapi sebetulnya, kalau mau jalanin sendiri sesuai prosedur nggak sesusah itu kok. Saya membuktikannya saat membuat KTP di Kalibata City.

Saya memutuskan untuk membuat KTP Rawajati, kelurahan dimana Kalibata City berada, karena sudah tidak mau lagi menumpang di Kartu Keluarga milik orang tua.

Karena KTP DKI Jakarta saya yang tercatat adalah di kelurahan Kebon Manggis maka pertama-tama saya harus mengurus surat pindah dari kelurahan lama untuk kelurahan baru.

Untuk mengurus surat pindah dari kelurahan, harus ada surat pengantar RT dan RW lama. Prosesnya ketika itu 2 hari karena menunggu tanda tangan Ketua RW. Sebetulnya bisa sehari selama Ketua RT dan RW bisa ditemui. Setelah dari RT dan RW surat pengantar dibawa ke kelurahan untuk diproses menjadi surat pindah antar kelurahan. Prosesnya sangat cepat, cuma beberapa menit.

Proses yang agak lama justru terjadi saat saya mengurus surat keterangan berdomisili di Kalibata City. Prosesnya sekitar satu minggu, sambil menyertakan foto 3×4, fotokopi surat pindah, fotokopi KTP dan KK lama. Oh ya kalau Anda sudah menikah sertakan pula fotokopi akta nikah.

Setelah satu minggu, surat domisili siap diambil.

Proses selanjutnya adalah meminta surat pengantar ke Ketua RT dan Ketua RW baru. Jangan lupa untuk menyiapkan fotokopi surat domisili, surat pindah antar kelurahan, fotokopi KTP dan KK lama. Dari situ Anda akan memperoleh surat pengantar yang harus ditandatangani Ketua RT dan RW setempat.

Setelah surat pengantar beres, surat tersebut beserta semua dokumen pendukung dibawa ke Kelurahan Rawajati. Di Kelurahan Anda akan difoto dan diambil sidik jari jempol-nya. KTP baru pun siap diambil dalam waktu tiga hari.

That’s it. Total jendral mulai saya mengurus surat pengantar di Ketua RT sampai selesai prosesnya di kelurahan adalah satu setengah jam saja. Lamanya di saya sendiri yang lupa mem-fotokopi surat domisili sehingga harus mencari fotokopian yang lumayan jauh dari rumah Ketua RT. Sementara total jendral biaya yang saya keluarkan untuk mengurus surat-surat di dua kelurahan tidak lebih dari Rp 100 ribu rupiah :).

Oh ya sekedar tips, sisihkan juga waktu khusus untuk mengurus pembuatan KTP ini, in case Ketua RT atau Ketua RW tidak berada di tempat saat Anda membutuhkan tanda tangannya.

Jadi apa moral of the story dari postingan saya? Tidak lain adalah jangan percaya kata calo. Jangan lupa pula mencari informasi terlebih dahulu di internet atau tetangga untuk meminimalisir upaya calo yang mencari kesempatan dari ketidaktahuan Anda. Dan juga penting siapkan dokumen pendukung sesiap-siapnya.

Previous Post Next Post

You Might Also Like

8 Comments

  • Nunu August 11, 2015 at 9:11 am

    Halo mba mau tanya, apa penyewa jg bsa bikin ktp? atau hrs sbg pemilik?

    • mels August 12, 2015 at 2:31 pm

      Halo, kayaknya hanya bisa pemilik ya, tp coba tanya cs kalcit utk untuk infi lebih jelas

  • Tina January 5, 2015 at 5:54 am

    Hai mba, saya mau tanya..gimana cara bikin surat domisili nya ya?? Thanks

    • mels January 5, 2015 at 7:17 am

      Halo, bikin surat domisilinya bisa di costumer service yang ada di tiap tower 🙂

  • Kiki November 22, 2012 at 5:09 pm

    Saya di Gaharu, mohon info kalau rt dan rw kita (kalibata city apartement) apa ya,… trims before,…

    • mels November 23, 2012 at 3:58 am

      kalau kemarin itu saya liat RT kita masuk dimana di surat domisilinya, mba. kalau RW kalau nggak salah semua RW 004.

  • Fanly August 2, 2012 at 1:46 pm

    Thanks… Sangat membantu..

  • Leave a Reply