Movie, Review

Review ‘Argo’: Menikmati Film Terbaik Ben Affleck

poster argo

Gara-gara Argo saya kembali nonton ke bioskop setelah beberapa bulan absen. Ternyata film ini memang sebagus rumornya.

Argo menyabet tiga Oscar yang dihelat tahun ini, termasuk untuk film terbaik. Film yang diangkat dari peristiwa sebenarnya ini berkisah tentang penyelamatan enam orang pegawai kedutaan besar Amerika Serikat (AS) dari Iran sekitar tahun 1979.

Keenam warga negara AS tersebut berhasil kabur dari kedutaan besar yang diserbu dan diduduki oleh ribuan pendukung Ayatollah Khomeini yang menuntut ekstradisi Reza Pahlavi, mantan diktator Iran, dari AS. Keenamnya kemudian ditampung di rumah Duta Besar Kanada di Iran.

Tokoh utama film ini adalah Tony Mendez (Ben Affleck), seorang agen CIA yang memiliki spesialisasi dalam penyelamatan sandera. Sebagai kedok penyelamatan keenam warga negara di Iran, Mendez mengemukakan sebuah ide yang cukup berbahaya.

Dibantu kenalannya di Hollywood, John Chambers (John Goodman) dan Lester Siegel (Alan Arkin), mereka merekayasa sebuah film yang diberi judul Argo. Mendez diplot sebagai produser yang sedang mencari lokasi pembuatan film di Iran, sementara keenam warga negara AS yang tertahan di Iran berpura-pura sebagai kru. Setelah selesai membuat survey lokasi bohong-bohongan, ketujuhnya akan keluar dari Iran via bandara yang dijaga ketat.

Walau hanya rekayasa, film Argo dipersiapkan dengan serius termasuk mengundang pers untuk pemberitaannya. Harapannya, film ini sampai ke telinga Iran dan dianggap sebagai film betulan. Dapatkah Mendez membawa keluar keenam warga negara AS dengan idenya?

Sepanjang 120 menit Anda tidak akan bosan menyaksikan film ini. Penyebabnya apalagi kalau bukan karena plot dan intrik-intriknya yang seru abis. Nggak heran juga kalau film ini juga mendapatkan Oscar untuk kategori penulisan skenario terbaik.

Seluruh pemain menurut saya bermain maksimal. Yang paling menonjol selain Affleck adalah Arkin yang berperan sebagai Lester. I love this bold old man! Heran juga sih kenapa Affleck nggak masuk nominasi sutradara terbaik di Oscar.

Secara pribadi saya suka setting film yang mengangkat periode sekitar 1979-1980 yang diangkat. Vintage keren gitu kostum dan propertinya.

Intinya, film ini seru deh! A must seen movie of the year!

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply