Movie, Review, Saya

Review ‘Leher Angsa’: Cerita Menghibur Tentang WC

Alkisah WC alias jamban masih langka di desa di kaki Gunung Rinjani, Lombok. Cerita seputar jamban pun dikemas lucu dan menghibur dalam film ‘Leher Angsa’.

Film yang diproduseri oleh Nia Zulkarnaen dan Ari Sihasale tersebut berkisah tentang Aswin (James Bintang Panglima) dan tiga sahabatnya.

Di desa Aswin, fasilitas Mandi, Cuci &Kakus (MCK) sangat minim. Bahkan hampir seluruh penduduk memanfaatkan sungai untuk buang hajat. Satu-satunya warga yang memiliki WC jongkok –yang dikenal sebagai WC leher angsa oleh warga desa– adalah sang kepala desa (Ringgo Agus Rahman). Sayang sang kades kikir.

Dari tugas yang diberikan guru mengarangnya, Aswin semakin menggebu untuk memiliki WC leher angsa di rumahnya. Apalagi, ibu tirinya yang baik hati (Alexandra Gottardo) tak terbiasa buang hajat di sungai. Namun keinginan Aswin ditentang sang ayah (Lukman Sardi). Sang ayah baru menyerah setelah dirinya terkena bisul di bokong.

Apa hubungan bisul dengan WC leher angsa? Akankah Aswin memperoleh WC leher angsa yang menjadi idamannya? Nonton saja filmnya!

poster leher angsa

Sebagai film keluarga, ‘Leher Angsa’ harus diakui cukup menghibur. Tua dan muda pasti bisa mencerna cerita sederhana di film ini.

Gambar juga menarik. Membuat saya pengen suatu hari nanti juga menjejak Gunung Rinjani. Yah, harus diakui gambar juga ada kekurangan. Seperti penggunaan animasi grafis di beberapa adegan yang (menurut saya) agak maksa dan kurang mulus. Tapi masih bisa dimaafkan sih.

Penokohan juga cukup. Seperti di film sebelumnya, Nia dan Ari Sihasale berhasil menemukan bakat-bakat baru yang cukup menjanjikan. Seperti misalnya pemeran Johan, yang menjadi favorit saya.

Untuk pengisi liburan anak, film ini menurut saya bisa menjadi pilihan.

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply