Movie, Review, Saya

Review ‘Malavita’: Action? Comedy? Drama!

06b432e50627d9bb0c28b513a806cde2_poster-malavita

Berbicara mengenai film yang mengangkat kehidupan gangster dan mafia maka Robert de Niro merupakan salah satu iconnya. Dengan tampang bengis dan dialek khas Italia, pria kelahiran New York ini sudah sangat berkarakter.

Beberapa filmnya yang terkenal di tanah air diantaranya adalah ‘Analyze That’, ‘The Untouchables’, ‘Meet The Parents’ dan tentu saja ‘The Godfather 2’ yang legendaris itu.

Tertarik dengan trailer yang diputar di bioskop tempo hari, saya dan suami memutuskan untuk menonton film terbaru de Niro berjudul ‘Malavita’.

‘Malavita’, yang di IMDB disebut dengan judul ‘The Family’, merupakan sebuah film yang mengisahkan tentang keluarga Fred Blake alias Giovanni Manzotti. Manzotti merupakan mafia paling dicari di Amerika dan menjadi buruan keluarga mafia pimpinan Don Luchese, karena dianggap berkhianat.

Manzotti dan keluarga hidup berpindah-pindah dan berganti-ganti identitas karena nyawanya terus-menerus terancam. Terakhir, keluarga dengan dua anak itu pindah ke sebuah desa kecil di Prancis.

Oleh seorang petugas FBI yang menjadi pengawasnya, Robert Stansfield (Tommy Lee Jones), Manzotti yang berganti identitas menjadi Fred Blake diminta untuk berbaur dengan lingkungan dimana dia berada. Begitu pun keluarganya, diminta untuk bertingkah selayaknya keluarga normal.

Namun keluarga Blake bukan keluarga kebanyakan. Istri dan kedua anak remajanya yang terlihat normal ternyata juga terbiasa berlaku brutal dan licik.

Maka tidak heran jika Nyonya Blake (Michelle Pfeiffer) yang seksi dan anggun ternyata bisa menyulut kebakaran di supermarket tempatnya berbelanja hanya karena tersinggung oleh sikap kasir dan pembeli yang menggosipkannya.

Baru beberapa hari menetap di Prancis, keluarga ini terendus oleh musuhnya. Pertumpahan darah pun tak terelakkan saat kelompok Don Luchese melontarkan mortir ke kediaman keluarga Blake di suatu malam.

Dibandingkan genre action yang menjadi labelnya di IMDB, rasa-rasanya film ini lebih pantas digolongkan sebagai film drama dengan sentuhan dark comedy. Di beberapa adegan kata “Lucu” mungkin tidak pas dipergunakan, bahkan lebih pas disebut “Sadis”.

Saya menantikan momen lucu yang bisa membuat saya tertawa dengan lepas. Tetapi yang ditunggu tidak kunjung tiba. Sangat berbeda dengan bayangan saya sebelumnya, dimana film ini bakal mirip dengan ‘Meet The Parents’ yang juga drama namun sukses membuat saya terhibur.

Bagi yang masih tertarik untuk menonton film ini saya sarankan untuk jangan terlalu banyak berharap.

Ciao!

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply