Movie, Review

Review ‘Man of Steel’: Kembalinya Sang Superman

Man of Steel merupakan film pertama franchise Superman setelah kurang lebih 7 tahun. Sebagai sebuah film yang sudah banyak dinanti orang film ini meninggalkan beragam kesan.

poster man of steel

Jalan cerita

Di sebuah planet bernama Krypton Jor-El dan istrinya, Lara, menyambut kelahiran putra mereka, Kal-El, dengan perasaan gembira sekaligus cemas. Cemas, karena saat bersamaan planet yang mereka huni sedang diguncang prahara akibat bencana alam dan kudeta yang dilakukan oleh Jendral Zod.

Demi menyelamatkan Kal-El dari tangan Zod yang kejam, Jor-El mencuri pusaka Krypton dan “menitipkannya” kepada sang putra yang dikirim ke bumi. Zod yang bangkit kembali dari periode pengasingannya kemudian bersumpah untuk menemukan dan menghancurkan Kal-El.

Sementara di bumi Kal-El, yang diasuh pasangan Jonathan & Martha Kent dan dinamai Clark, beradaptasi dengan kekuatan super yang dimilikinya sedari kecil.

Review ‘Man of Steel”
Saya sebetulnya bukan penggemar tokoh Superman. Dari seluruh superhero yang pernah difilmkan favorit saya masih ‘Iron Man’. Namun saya sangat tertarik untuk menyaksikan film ini pada awalnya karena ada nama salah satu sutradara favorit saya, Christopher Nolan, di baliknya.

Nolan dalam film ini berperan sebagai produser. Namun kebesaran nama Nolan ternyata tidak cukup untuk membuat saya betah mantengin layar bioskop sampai akhir.

Secara cerita sebetulnya film ini cukup menarik. Asal-usul Superman, yang sudah cukup familiar, diceritakan kembali secara lugas dan nggak mbingungin.

Tetapi menurut saya porsi action-nya kurang greget. Saya kangen pertarungan Superman dengan manusia biasanya. Dan rasanya terlalu cepat jika di film pertama Superman langsung bertemu musuh sekuat Zod. Apalagi jika film ini akan dibuat berseri.

Secara gambar film ini cukup menarik. Tone-nya yang rada dark, keren. Mengingatkan saya dengan film ‘Dark Knight’.

Secara penokohan saya kurang puas. Lois Lane yang diperankan oleh Amy Adams menurut saya fail. She doesn’t look like Lois –yang di kebanyakan film Superman digambarkan sebagai perempuan berambut gelap dengan mata yang indah. Namun kredit untuk Henry Cavill sebagai Superman. Manly dan jauh lebih manusiawi gantengnya (apa sih!) dibandingkan Christopher Reeve atau Brandon Routh yang gantengnya kebangetan.

As for the other actors and actress, lumayan. Apalagi di sini bisa melepas kangen dengan aktingnya Kevin Costner.

Sekedar saran bagi calon penonton, tontonlah versi 2D-nya saja –karena versi 3D-nya nggak terlalu fenomenal. Dan pastikan saat menyaksikan ‘Man of Steel’ Anda tidak sedang mengantuk atau menontonnya di jam-jam yang terlalu larut.

Selamat menonton!

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply