Movie, Review

Review ‘Pixels’: Bernostalgia Bareng Super Hero Kocak

Dari pertama nonton trailernya di bioskop, saya sudah bilang ke suami “kita nonton ya film ini!”. Walau akhirnya kami agak telat nontonnya, tapi pada akhirnya cukup puas menonton kisah super hero yang kocak dan tidak biasa. 

Pixels berkisah tentang 3 orang sahabat yang pada masa kecilnya doyan banget bermain game dan menghabiskan waktu di arcade (kalau di Indonesia dikenal dengan dingdong). Yang pertama adalah Brenner (Adam Sandler), Ludlow (Josh Gad) dan Cooper (Kevin James).

Beranjak dewasa, ketiganya menjalani profesi yang berbeda-beda. Setelah nyaris jadi juara dunia game, Brenner dewasa sebagai tukang pasang perlengkapan elektronik, Ludlow jadi penggemar teori konspirasi dan Cooper –paling sukses diantara ketiganya– menjadi Presiden Amerika. 

Ketiganya kembali berurusan dengan game setelah secara tiba-tiba bumi diserang oleh alien berwujud piksel. Konon, para alien tertantang oleh deklarasi “perang” dari para gamer bumi. Demi menyelamatkan bumi Presiden Cooper pun membentuk tim ‘super hero’ bernama Arcader, yang terdiri dari para jagoan game masa lalu. Mereka diperlengkapi dengan senjata canggih buatan laboratorium Mayor van Patten (Michelle Monaghan).

Berhasilkah Arcader mengatasi serbuan alien pixel dan menghindari bumi dari kehancuran?

Film yang Menghibur

Bagi pembaca yang besar di era 80 dan 90’an, pasti tidak asing dengan istilah-istilah dalam film ini. Terutama Anda yang dahulunya gemar banget bermain game dingdong maupun game watch. Masih ingat Pac Man? Tetris? Atau Mario Bros? Game jadul yang sangat populer pada masanya itu ditampilkan lagi di film ini. Bikin nostalgia banget. 

Tapi film ini tidak melulu ajang nostalgia generasi 90’an. Generasi yang besar di era 2000’an tetap bisa menikmati film yang menghibur ini. Beberapa scene favorit yang menurut saya kocak banget adalah saat pencipta Pac Man, Profesor Toru Iwatami ikut bergabung dalam tim Arcader. 

Kehadiran Adam Sandler –spesialis genre romcom– membuat film ini juga diisi dengan guyonan satir. Apalagi ada Kevin James juga. Terasa film ‘Grown Ups’-nya sedikit. Beberapa orang cameo seperti Serena Williams dan Martha Stewart juga melintas di film ini. Yah, walau kehadiran mereka terkesan agak maksa dan kurang penting, tapi bisa dimaafkan. 

Dengan script dan animasi yang sederhana –dibandingin CGI-nya Transformer atau sekelasnya– film ini terasa ringan dan cocok untuk melepas penat. Seru dan menghibur, must watch! 

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply