Movie, Review

Review ‘? (Tanda Tanya)’: Cinta dalam Perbedaan

Jika di blog ini review film Indonesia terakhir yang saya tulis adalah film besutan Hanung Bramantyo, Sang Pencerah. Sekarang saya me-review lagi film Hanung yang sedang menjadi kontroversi di masyarakat.

‘?’ mengangkat kisah tiga keluarga dengan tiga latar belakang agama yang berbeda di Pasar Baru, Semarang, sekitar tahun 2010. Hendra (Rio Dewanto) adalah seorang Kong Hu Cu putra pemilik rumah makan chinese food, Tan Kat Sun (Henky Solaiman).

Soleh (Reza Rahadian) adalah suami Menuk (Revalina S. Temat), perempuan berjilbab yang bekerja sebagai pelayan di rumah makah Koh Tan. Belakangan Soleh bekerja sebagai banser Nahdatul Ulama.

Tokoh sentral ketiga adalah Rika (Endhita). Ibu satu anak ini dikucilkan dari masyarakat karena memutuskan untuk bercerai dan berpindah keyakinan. Rika berteman dengan Surya (Agus Kuncoro), aktor pemula yang ngekos di sekitar rumahnya.

Bagaimana kehidupan toleransi beragama yang diangkat dari kisah nyata ini berjalan? Anda harus menyaksikan filmnya.

poster-film-tanda-tanya

Dua kata yang menurut saya tepat untuk menggambarkan film ini adalah: berani dan menggugah. Berani karena dengan sangat gamblang menuturkan ke-Bhineka-an Indonesia. Para karakter di film ini pun mewakili beragam sikap masyarakat akan toleransi beragama.

Ada Koh Tan yang menjual babi di rumah makannya, namun sangat toleran dan menghargai keyakinan para pegawai dan masyarakat sekitar rumah makannya yang muslim. Ada Rika yang memilih beragama Katholik namun tetap mengajarkan anaknya berpuasa dan mengaji. Ada juga Surya yang tidak canggung memerankan tokoh Yesus dalam pementasan Paskah walau beragama Islam. Tapi adajuga Soleh yang fanatik.

Para pemain di film ini menurut saya bermain sudah cukup maksimal. Beberapa adegan mampu membuat saya tertawa, sebaliknya di beberapa lainnya saya nyaris menitikkan air mata. Kredit lebih saya tujukan buat Hengky Solaiman, pemeran Koh Tan dalam film ini. Tanpa kehadiran tokoh ini, rasa-rasanya konflik antar karakter tidak akan terasa gregetnya.

Namun demikian seperti halnya judulnya, film ini juga menyisakan beberapa tanda tanya di benak saya. Misalnya mengenai perubahan sikap Soleh yang cukup drastis di penghujung akhir film.

Film ini masih dibelum diberi judul “?” dan Hanung memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memberi judul. Tapi ingat saja tagline film ini: Masih pentingkah kita berbeda?. Selamat menonton!

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply