Movie, Review, Saya

Review ‘The Hunger Games: Catching Fire’

Baru kemarin saya menonton film yang menjadi obrolan hangat di social media ini. Film ini sebetulnya sangat menarik namun saya gemas dengan endingnya yang dibiarkan menggantung.

Menyambung cerita di film pertama, ‘Hunger Games: Catching Fire’ diawali dengan tur kemenangan yang harus dijalani oleh Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) dan Peeta Mellark (Josh Hutcherson) sebagai pemenang Hunger Games edisi ke-74.

Kemenangan warga Distrik 12 ini rupanya tidak disukai oleh pemimpin Capitol. Karena berpotensi memicu pemberontakan terhadap Panem, Presiden Snow (Donald Sutherland) berupaya membinasakan Katniss dan Peeta. Diantaranya melalui Hunger Games edisi spesial 25 tahunan, dimana Katniss dan Peta “dipaksa” kembali terjun ke arena Hunger Games untuk kali kedua.

Namun edisi kali ini dibuat lebih menantang karena mereka diharuskan untuk menghadapi para eks pemenang turnamen yang mengharuskan para pesertanya untuk saling membunuh demi mendapatkan gelar juara itu.

Bisakah Katniss dan Peeta kembali memenangkan Hunger Games?

poster-catching-fire

Sejujurnya, saya tidak pernah membaca buku The Hunger Games maupun sengaja menonton film pertamanya di bioskop. Saya mengetahui serial Hunger Games justru lewat televisi berbayar yang menyetel film pertamanya berulang-ulang. Setelah menonton film pertamanya, saya menganggap cerita di serial ini cukup menarik, sehingga ketika film keduanya meluncur di bioskop saya langsung memasukannya dalam daftar harus ditonton.

Dan, film kedua ini menurut saya masih cukup menarik. Saya pribadi selalu tertarik dengan wardrobe para cast-nya yang eksentrik –rambut warna-warni, make up menor dan baju-baju ala high fashion.

Di film ini baju yang dikenakan oleh para pemain, terutama Katniss, dibuat lebih “wow”. Masih dengan efek api, kali ini Katniss mengenakan gaun pengantin yang bisa bertransformasi menjadi gaun berwarna biru dengan efek api dan sayap Burung Mockingjay. Oke banget.

Suasana kamp pelatihan peserta Hunger Games serta arena Hunger Games juga dibuat lebih oke secara efek. Kalau jam tayang bioskopnya tidak terlalu malam seharusnya efek-efek tersebut bisa membuat mata melek.

Yang agak bikin kesal ending film ini menggantung. Gosipnya, film ketiga franchise ini (Mockingjay) bakal tayang part 1-nya dalam tahun ini juga. Well, mudah-mudahan tayangan sequel-nya benar secepatnya supaya para penonton tidak bertanya-tanya.

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply