Movie, Review

Review ‘The Theory of Everything’: Melihat Wanita di Balik Sukses Pria

Kisah hidup Stephen Hawking, seorang fisikawan tenar dunia, diangkat dari sisi yang berbeda. Indah dan menyentuh.

Film ini diadaptasi dari buku tulisan Nyonya Stephen Hawking, Jane berjudul “Travelling to Infinity: My Life With Stephen”

Stephen (Eddie Redmayne) dan Jane (Felicity Jones) bertemu pertama kali di sebuah pesta di kampus mereka, University of Cambridge. Dari pandangan mata, Stephen yang introvert memberanikan diri untuk menyapa Jane dan mengajaknya ngobrol.

Dari pertemuan singkat itu Stephen dan Jane menjadi dekat. Padahal keduanya berbeda prinsip. Stephen anak science vs Jane yang kuliah di Art. Stephen tidak percaya Tuhan vs Jane yang rajin ke gereja. Stephen teoritis vs Jane yang bertindak dengan hatinya. Namun perbedaan itu tidak memadamkan cinta Jane.

Bahkan ketika Stephen divonis dengan penyakit ALS (penyakit yang menyerang sistem syaraf motorik dan lebih dikenal sebagai penyakit Lou Gehring-Wikipedia) dan diprediksi dokter hidupnya tinggal 2 tahun lagi, Jane memutuskan untuk berumah tangga dengan Stephen.

Stephen mematahkan prediksi dokter. Hidupnya tetap panjang walaupun dengan keterbatasan fisik yang dihadapinya. Dengan dukungan Jane, Stephen juga memenangkan banyak prestasi di dunia akademis.

Saya tahu seharusnya tidak membandingkan film ini dengan biopic lainnya, misalnya “A Beautiful Mind”. Tapi kemiripan ceritanya mau tak mau akan membandingkan orang dengan film ini.

Jika Russel Crowe bermain watak sebagai John Nash, Redmayne harus sekaligus menyesuaikan pergerakan fisiknya untuk bisa menjadi Stephen Hakwing. Nggak heran sih pendatang baru ini berhasil menyabet Piala Oscar sebagai aktor terbaik.

Kredit lebih juga harus diberikan kepada Jones. Di film ini penonton akan banyak bersimpati dengan Jane –yang secara luar biasa melahirkan dan membesarkan 3 anak sambil merawat suaminya. Kebesaran hati Jane pun akan membuat perempuan manapun berdecak kagum. Dan Jones mampu memerankan tokoh istimewa ini dengan luar biasa.

Film ini tidak melulu memotret soal kehebatan Hawking sebagai seorang fisikawan luar biasa, namun justru melihat sosok hebat di belakangnya. Seperti kata pepatah: Di belakang sukses pria pasti ada wanita hebat yang mendukungnya.

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply