Movie, Review

Review ‘World War Z’: Kisah Dunia yang Diinvasi Zombie

Selayaknya pocong di Indonesia, di Amerika zombie juga sedang naik daun di dunia film dan diangkat sebagai sentral cerita di ‘World War Z’.

Seorang pensiunan pegawai PBB, Gerry Lane (Brad Pitt), dan keluarganya dipaksa berpindah-pindah setelah kota mereka Philadelphia diserang oleh virus aneh yang membuat orang yang terinfeksi berubah menjadi zombie.

Tidak hanya di Philadelphia, virus mengerikan tersebut telah menjangkiti mayoritas populasi kota-kota di Amerika, bahkan nyaris menyebar ke seluruh dunia.

Hidup berpindah-pindah, Lane akhirnya menerima penugasan dari mantan kantornya dengan misi untuk membantu pembuatan vaksin penakluk virus mengerikan tersebut. Hal itu dilakukan supaya keluarganya tetap berada dalam perlindungan PBB.

Dalam menemukan formula vaksin yang tepat, Lane dan timnya pun berkelana ke beberapa negara. Mulai dari Korea Selatan, Israel sampai ke Inggris Raya. Perjalanannya diwarnai tragedi yang merenggut nyawa timnya satu per satu. Mampukah Lane menemukan formula yang dicarinya?

poster world war z

Mengangkat kisah tentang zombie, ‘World War Z’ mau tak mau akan dibandingkan dengan serial yang mengangkat kisah zombie yang cukup hits di televisi, ‘The Walking Dead’. Di sebuah acara Pitt yang juga berperan sebagai produser mengaku tertarik mengangkat kisah zombie karena anak-anaknya sangat menggemari mahluk seram tersebut.

Di film ‘World War Z’, zombie yang ditampilkan sangat agresif. Mereka bisa berlari kencang, memanjat tembok tinggi bahkan bisa “terbang”. Menyeramkan sih, namun menurut saya zombie-nya jadi terkesan unreal.

Berbeda dengan zombie di serial yang jalannya lambat-lambat dan baru berubah jadi agresif jika sudah bertemu calon mangsanya. Tapi mereka tidak bisa berlari kencang apalagi memanjat tembok.

Terlepas dari kekurangan tersebut, cerita film ini cukup menarik. Cukup menghipnotis hingga durasi dua jam lebih nyaris tak terasa. Actionnya juga cukup mencekam, tapi tidak sadis sehingga masih cocok ditonton segala usia.

Sayang, ending film ini kurang greget. Pengennya saya sih ada lanjutannya. ‘World War Z II’? Mungkin saja.

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply