Movie, Review

Sang Pencerah: Kisah Ahmad Dahlan Yang Mencerahkan

Seberapa tertarik Anda mempelajari sejarah? Jawaban yang paling banyak keluar mungkin tidak tertarik atau sedikit tertarik. Andai lebih banyak sejarah bangsa ini bisa difilmkan seperti Sang Pencerah, saya yakin akan lebih banyak orang menjawab sangat tertarik.

Sang Pencerah bercerita mengenai KH Ahmad Dahlan (Lukman Sardi), kyai besar pendiri Muhammadiyah. Ahmad Dahlan bernama asli Muhammad Darwis dan tumbuh besar di daerah Kauman, Yogyakarta. Sedari remaja, Darwis gelisah melihat praktik beragama di daerahnya. Kegelisah yang memuncak akhirnya bermuara dengan berangkatnya ia ibadah ke tanah suci di usianya yang baru 15
tahun.

Di tanah suci, Darwis mendapatkan nama baru yakni Ahmad Dahlan. Ibadah haji pula yang menjadi titik awal perjuangan Dahlan dalam menegakkan syariat Islam di daerahnya. Berbagai praktik ibadah yang dinilainya tidak sesuai diluruskan. Mulai dari pembetulan arah kiblat yang keliru, praktik musyrik seperti adanya sesaji dalam ibadah sampai beberapa praktik adat yang sebetulnya tidak wajib dilakukan dalam ajaran agama.

Sepak terjang Dahlan menggelisahkan para kyai, yang masih mendewakan kepemimpinan kyai penghulu (Slamet Rahardjo) . Dahlan diusik. Langgar (musholla) yang menjadi tempatnya membagi ilmu dihancurkan dan sosoknya dinistakan. Di antara riak tentangan ia terus mempertahankan prinsip-prinsip yang dipercayanya dan mendirikan organisasi Muhammadiyah bersama para murid setianya.

sang-pencerah

Secara cerita sebetulnya tidak ada yang istimewa di film Sang Pencerah ini. Namun pujian dari saya keluar untuk setting dan penokohan. Kalau menurut saya, sutradara, Hanung Bramantyo, sukses menghadirkan suasana dan atmosfer Yogyakarta akhir 1800-an dan awal 1900-an.

Mulai dari wardrobe, properti, sampai detail-detail lokasinya menurut saya cukup sempurna. Hasil Googling, diantara beberapa tempat pengambilan gambar Sang Pencerah adalah di Kauman (Yogyakarta), Kotagede (Yogyakarta), Museum Kereta Api Ambarawa dan Kebun Raya Bogor. Khusus untuk Kebun Raya Bogor menurut Hanung, untuk menghidupkan kembali suasana Tugu Yogyakarta yang saat ini telah berubah secara signifikan dibanding 100 tahun lalu. Beneran niat nyari lokasinya, ya.

Secara penokohan juga lumayan. Bagi Anda yang merasa penting ada banyak bintang dalam film yang ditonton Sang Pencerah pasti memuaskan. Ada Slamet Rahardjo, Ikranegara, Zaskia Mecca, Ihsan ‘Idol’, Giring ‘Nidji’ dan tentu saja ada Lukman Sardi. Lukman sepertinya sedang laku-lakunya di semua produksi film (bagus) di Indonesia. Saya sebut bagus karena sebelumnya saya nonton akting Lukman di film ‘Berbagi Suami’, ‘Laskar Pelangi’ dan ‘Naga Bonar jadi 2’. Padahal anak violist terkenal Idris Sardi ini juga pernah main juga di film ‘Pesan dari Surga’ dan ‘Kawin Kontrak Lagi’. Ini berarti Lukman adalah tipe pemain film yang nggak pemilih. Peran di genre film apa saja bisa dimainkan. Khusus di film Sang Pencerah, menurut saya, Lukman cukup berhasil membawakan sosok Ahmad Dahlan yang sederhana namun kharismatis.

BTW Lukman rupanya juga main di film ‘Darah Garuda’ yang saat ini juga sedang tayang di bioskop. Wah, mudah-mudahan penonton nggak bosan ya!

Yang juga tidak terlupakan adalah sosok Slamet Rahardjo yang bersebrangan dengan Dahlan. Idrus Madhani (terkenal dengan perannya sebagai Pak RW di sinetron ‘Para Pencari Tuhan’) yang selalu nyinyir. Dan Dennis Adhiswara sebagai murid Dahlan yang jenaka. Yah, walaupun perannya sebagai ‘pelawak’ agak dipaksakan tapi lumayan lah sebagai “bumbu” :D. Supaya film ini tidak terlalu serius.

Namun yang paling menarik dari semuanya adalah bahwa kita diajak untuk mengenal lebih dekat sosok pahlawan nasional bernama Ahmad Dahlan dan organisasi besar seperti Muhammadiyah. Hal yang mungkin malas kita lakukan bila dijejali dengan buku sejarah setebal kamus. Jika melihat animo masyarakat yang nonton Sang Pencerah (catatan: saya kebagian kursi tiga baris dari depan di bioskop hari itu) saya rasa saya nggak sendiri :D.

Image: dari Google

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply