Sepeda ibu sekarang sepedaku :D
Lifestyle, Marriage, Rusunami

Sepedaku dan Parkir Sepeda Kalibata City

Sepeda ibu sekarang sepedaku 😀

Akhir pekan lalu ibu memberi saya hadiah istimewa. Sebuah sepeda.

Memang bukan sepeda baru, melainkan sepeda lama ibu yang sudah tidak terpakai. Sekarang ibu memakai sepeda ayah, sementara ayah membeli sepeda baru yang (katanya) lebih bagus.

Sepeda itu berwarna silver dengan semburat warna biru di sebagian badannya. Ban masih bagus, demikian juga untuk rantai-rantai dan remnya. Masih bagus, kata ayah.

Karena bukan penghobi sepeda, saya dan suami nggak terlalu cerewet mengomentari kondisi sepeda lungsuran itu.

Malam harinya sepeda itu kami bawa pulang. Suami agak manyun karena untuk membawanya, jok belakang mobil harus dilipat dan roda sepeda pun harus dicopot sebelah. “Masangnya lagi pasti repot”, kata Si Jenong. Walau manyun tapi tetap dikerjain juga sih 🙂

Sesampainya, sepeda itu dibawa istirahat ke parkiran sepeda di Kalibata City. Parkiran sepeda letaknya di parkiran basement motor di sekitar Tower Borneo. Walau demikian parkiran sepeda menempati area tersendiri yang diberi gerbang dan dijaga oleh satpam.

Untuk menitipkan sepeda kita di parkiran, kita hanya perlu memperlihatkan kartu identitas dan mengisi buku (semacam buku tamu). Parkiran tidak dipungut biaya. Namun untuk mendapatkan nomor parkir, penghuni harus menunggu beberapa waktu. Katanya sih harus lapor dulu ke pengelola Kalcit. Sampai dengan hari ini kami belum mendapatkan nomor parkir, tapi sepeda masih aman dan tentram di parkiran.

Parkir aman, gimana dengan jadwal bersepeda? Ehem! Karena saya (lagi-lagi) tidak hobi berolahraga jadi sepeda itu baru dipakai suami ke kantor di Duren Tiga.

Katanya sih sepedanya nyaman dipakai, walaupun memang kami harus membeli perlengkapan dasar seperti helm, sarung tangan, decker. Eh, botol minuman juga belum punya (Kok, jadi banyak ya?)

Kata suami, ada beberapa penghuni yang juga rutin menggunakan sepeda untuk beraktivitas ke kantor. Pulangnya aja bareng-bareng parkirnya sama empat orang. Nggak heran, dia masih bersemangat untuk bersepeda ke kantor minimal dua kali seminggu.

Setelah ada sepeda, kayaknya besok-besok saya harus mulai bersepeda nih!

Doakan saya 😀

Previous Post Next Post

You Might Also Like

5 Comments

  • jay December 12, 2012 at 7:12 am

    selamat bekerja n berolahraga…

  • kekenaima December 1, 2012 at 1:00 pm

    hihihihi.. suaminya manyun wkt masukin sepeda ke mobil tp justru yg pake sepada duluan ya 😀

  • Obat Stroke December 1, 2012 at 2:15 am

    Semangat kakak, mari berwepeda ria agar sehat terus

  • Leave a Reply