Movie, Review

Sex and The City 2: Us Together Forever

sex-and-the-city-2-poster1

Bahagianya kalau punya teman-teman wanita seperti Carrie Bradshaw. Di tengah keresahan hidup, kebuntuan ide, kebingungan menentukan pilihan merekalah yang akan selalu siap menjadi penawar duka.

Di akhir film pertamanya, Carrie akhirnya berhasil menikah dengan sang pujaan hati, John Preston (alias Mr Big). Namun pernikahan rupanya tidak seindah impiannya tentang hidup bahagia sampai akhir hayat. Buktinya baru menginjak tahun kedua, Carrie sudah dilanda kebosanan akan gaya hidup Big yang tidak glamor.

Seolah-olah kebetulan, ketiga sahabat Carrie juga sedang dipusingkan dengan masalah masing-masing. Charlotte, yang telah mempunyai dua anak, tertekan menjalani perannya sebagai ibu rumah tangga. Miranda sedang sedih karena karirnya sedang terpuruk. Sementara Samantha tengah bingung menghadapi menopouse-nya.

But true friends never walks away. Sambil berlibur di Abu Dhabi, keempat sahabat ini bahu-membahu mencari solusi permasalahan hidup.

Satu kata mengenai film ini: Fun! Baju-bajunya, sepatu-sepatunya, setting filmnya menyenangkan untuk dilihat –walaupun seringkali terlihat lebay. Karena sudah tertempa di serialnya selama enam musim (plus film pertama), gue rasa nggak perlu ada komentar soal karakter di film ini. Hanya yang agak mengganggu adalah kenapa harus ada pelayan banci?

Yang juga bikin heran adalah kenapa harus ngambil setting di Timur Tengah ya? Secara yang bikin orang Hollywood, penggambaran soal masyarakat konservatif Arab di film ini bisa jadi kontroversial. But please be open minded. We’ve seen bad images pictured in some Hollywood movies a thousand of times. And yet we still watch them.

Aside of the bad ones, and bad reviews according to IMDB, this movie is still worth to watch. Tonton bersama teman-teman perempuanmu. Ambil pesan positifnya. Tentang persahabatan yang tidak lekang oleh waktu. Us together forever.

Image: dari Google

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply