Baru sempet foto setelah snorkeling di Gua Parat
Traveling

Snorkeling Pertama Kali

Seperti saya sebut di postingan sebelumnya, liburan di Pangandaran kami habiskan untuk bermain di pantai.

Hari pertama, mainnya di pantai barat. Mulai dari nyewa sepeda listrik, main bodyboard sampai makan malam di pinggir pantai. Di sekitar pantai barat sebetulnya juga banyak atraksi lain mulai dari naik kuda, sewa ATV sampai naik kapal untuk menyeberang ke pantai pasir putih. Kami juga sempat lihat-lihat pantai timur. Di sana ada tempat pelelangan ikan yang ramai banget dan lokasi untuk permainan air.

Hari kedua, kami memutuskan untuk membeli paket permainan air. Tapi karena saya nggak terlalu suka dengan water sport semacam banana boat jadinya kami membeli paket yang termasuk diantaranya snorkeling di sekitar pantai timur, mengunjungi batu layar dan tur ke gua dalam cagar alam Pangandaran.

Gimana rasanya snorkeling pertama kali? Deg-degan. Perahu membawa kami dari dermaga di pantai timur menuju spot snorkeling yang sudah ramai dengan perahu dan orang. Ombak cukup tinggi dan kencang sehingga perahu agak terombang-ambing waktu sampai di lokasi. Saya dibekali dengan pelampung jaket, snorkel dan kacamata renang.

Menyesal, saya tidak belajar untuk menghirup udara via snorkel terlebih dahulu sebelum nyebur. Alhasil, waktu baru masuk ke laut saya langsung megap-megap dan agak panik karena badan langsung terombang-ambing mengikuti arus. Beruntung nggak ada yang kenal saya di sana selain suami hahaha!

Tapi nggak berapa lama saya mulai tenang dan belajar mengarahkan badan ke posisi yang saya inginkan. Next, saya belajar masukin kepala ke dalam air. Karena belum bisa pakai snorkle, saya cuma tahan napas dan bolak-balik naikin kepala ke atas permukaan untuk bernapas.

Bagaimana dengan pemandangan di bawah laut. Well, standar sih. Saya cuma melihat satu ikan badut yang juga didekati oleh orang-orang lain yang snorkeling hari itu. Banyak yang membawa roti untuk diberikan kepada ikan. Saya juga beli, tapi tiga roti itu saya rasa terbuang percuma ke laut karena saya cuma bertemu satu ikan. Eh, tapi setelah itu saya baca memberi makan ikan di lautan itu nggak recommended karena bisa membuat ikan menjadi anti dengan makanan alaminya. Duh!

Back to pemandangan bawah laut. Terumbu karangnya juga standar, yah. Walaupun begitu menyesal juga karena saat snorkeling kami sama sekali nggak mengambil foto! Huhuhu.

Setelah kurang lebih 30 menit snorkeling, saya mulai nggak nyaman dengan arus laut yang mulai kencang dan minta suami untuk naik ke atas perahu. Lucunya, eh lucu apa ironis sih, saya mulai merasakan mabuk laut sesaat setelah naik ke atas perahu. Duh, saya berusaha tahan jangan sampai jackpot (baca: muntah) karena habis dari spot snorkeling kami masih ke tengah laut lagi untuk melihat batu layar.

FYI batu layar di Pangandaran adalah fenomena alam berbentuk karang serupa layar terkembang. Jumlahnya ada dua. Kata sang pemandu, karang-karang itu sudah lama terbentuk dan tidak tergoyahkan saat tsunami melanda Pangandaran tahun 2006. Di sini lagi-lagi kami tidak mengambil foto.

Perhentian terakhir adalah cagar alam. Di sana kami diantar ke dua buah gua, yang salah satunya yaitu Gua Parat. Di gua itu terdapat beberapa stalakmit dengan bentuk-bentuk aneh seperti alat kelamin perempuan, alat kelamin laki-laki sampai periuk nenek lampir. Karena gelap banget, gua ini juga menjadi sarang kelelawar.

Pengumuman penting, saya tidak muntah sampai kembali ke daratan. Yeay (penting). Untuk Rp 125 ribu per orang, sebetulnya paketnya kurang memuaskan, tapi karena dengan membeli paket ini saya mengalami pengalaman pertama snorkeling jadi boleh lah. Karena yang pertama ini tidak puas, saya jadi pengen snorkeling lagi!

Suamiii, ajak aku snorkeling lagi ya *wink*

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply