DSC_0197
Traveling

Sukabumi, Oh, Sukabumi

DSC_0198Pada ulang tahun di tahun ini saya berniat untuk mengajak jalan-jalan keluarga ke luar kota. Pengennya yang nggak terlalu jauh dan berhawa sejuk. Setelah berdiskusi dengan suami pilihan jatuh ke Sukabumi.

Dari hasil browsing terdapatlah beberapa villa pilihan. Sayang, villa pilihan pertama kami sudah fully booked saat saya mencoba memesan. Akhirnya, terinspirasi dari obrolan dengan ibu pilihan jatuh ke Selabintana.

Selabintana adalah salah satu obyek wisata paling terkenal di Sukabumi. Secara geografis letaknya cukup tinggi dari permukaan laut sehingga bagi pencari kesejukan di sinilah lokasinya.

Pada hari yang telah ditentukan, saya, Si Jenong, ayah dan ibu berangkat sekitar pukul 11.30 dari rumah ayah dan ibu di Bekasi. Sampai di gerbang tol Cibubur kendaraan mulai mandeg. Tapi setelah itu jalanan lancar sampai gerbang tol Ciawi.

Nah, di selepas gerbang tol Ciawi ke arah Sukabumi kendaraan baru mandeg parah. Kemacetan pun terjadi panjaaang dan lamaa. Titik kemacetan diantaranya ada di Cimande. Saya hapal karena di sini kami sempat berhenti sejenak untuk makan siang di sebuah rumah makan.

Selepas dari Lido, jalanan baru agak mendingan. Tapi, eh, tapi belum ada tanda-tanda kami akan segera sampai di Sukabumi. Huaaaa, pengen nangis rasanya. Apalagi waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore.

Akhirnya sekitar 3 jam dari Lido kami baru sampai di kota Sukabumi. Kata ayah, jalan rusak membuat perjalanan ke sana tidak seperti dulu. Belum lagi karena tidak hapal beberapa kali kami harus berhenti untuk bertanya. Padahal kalau lancar seharusnya 3 jam Jakarta-Sukabumi bisa ditempuh. Seperti yang dialami oleh kakak ipar saya.

Di Selabintana

Penginapan yang kami tuju adalah Selabintana Hotel & Resort. Tapi kami mengambil villa tiga kamar-nya. Villa ini terletak di depan gerbang depan area Resort. Dahulu villa ini disebut Pondok Asri. Mungkin baru-baru ini saja Selabintana Resort mengambil alih villa ini sehingga renovasi yang terjadi di Selabintana belum menyentuh villa ini.

Interior masih jadul, dan beberapa sudut di kamar terlihat tidak terlalu bersih. Tapi ya sudah. Yang cukup menyenangkan adalah fasilitas waterboom dan hutan pinusnya. Cukup menyenangkan setidaknya kalau melihat reaksi keluarga kami dan dua keponakan anak kakak ipar saya.

Oh ya, untuk menikmati fasilitas di dalam resort, non-penghuni resort harus membayar Rp 5000/ orang untuk masuk ke areanya. Ke warterboom-nya juga bayar lagi Rp 15000/ orang. Walaupun bayar termasuk murah meriah bagi warga Sukabumi. Nggak heran hari Minggu kolam renangnya cukup ramai.

Setelah puas berenang dan bersantai di Selabintana, saatnya pulang ke Jakarta. Karena pengalaman malam sebelumnya kami pun memutuskan untuk pulang ke Jakarta via Cianjur. Jalanan cukup lengang. Cukup 2 Jam kami sudah sampai di Cipanas, setelah sebelumnya sempat makan siang di salah satu rumah makan di dekat Cianjur.

Tapi jalan lengang berubah macet sesampainya di kawasan Puncak Pass. Waktu yang belum lagi mencapai jam 4 sore –waktu dimana berlaku satu arah ke Jakarta setiap Minggunya– membuat mobil merayap. Eeeh, sampai Ciloto kami kembali terjebak kemacetan. Pukul 12.00 dari Selabintana, jam 6 sore kami baru beristirahat di rest area tol Cijago. Hmmmphf, kasian Si Jenong.

Oh, Sukabumi. Walaupun capek, perjalanan ini benar-benar mengesankan. Good way or in a bad way.

Kemana lagi ya bulan depan?

Previous Post Next Post

You Might Also Like

2 Comments

  • keke naima June 1, 2013 at 11:13 am

    gak enaknya jalan ke sana tuh macetnya 🙂

  • Leave a Reply