Browsing Tag

family

Saya

Kamu Mirip Ayah Atau Ibu?

Di Facebook sedang berseliweran games anak mirip ayah atau ibu yang dimainkan oleh teman-teman saya. Caranya mengikutinya gampang, peserta tinggal memasukan foto ayah, ibu dan anak. Setelah itu sistem akan membaca anak lebih mirip siapa. Ada yang senang karena 90% anaknya mirip dia. Ada yang justru gembira karena anak lebih mirip pasangannya. Saya sendiri tidak mencoba games itu, secara belum punya anak. Tapi kalau saya memasukan wajah saya, ayah dan ibu, kemungkinan besar saya akan lebih mirip ayah. Ya, saya memang lebih mirip ayah secara wajah. Kami sama-sama berhidung pesek, bermata (agak) sipit dan bentuk wajah bulat. Kulit kami pun sama-sama sawo matang. Namun dari segi sifat 80% saya Read More [...]
Saya

Belajar Dandan dari Mama

Setelah baca liputan khusus soal pensil alis di sebuah media online saya jadi ingin menulis topik ini. Mama saya adalah perempuan super. Selain pintar masak, pintar bergaul, dan pintar mengurus rumah tangga, beliau juga pintar dandan. Caranya berdandan juga yang menginspirasi saya. Dari dulu saya selalu takjub dengan ibu saya. Kalau mau keluar rumah, sepagi apapun, harus selalu sudah mandi dan sudah dandan.  Bahkan sebelum jogging pun beliau sudah mandi dan dandan! Padahal dalam benak saya kan kalau lari luntur lagi yah hehehe. Eh, tapi jangan salah habis jogging dan keringetan, mama hampir pasti mandi lagi. Mandi berkali-kali dalam sehari sih udah nggak menjadi hal yang aneh buat beliau. Sering Read More [...]
Marriage, Saya

Satu Bulan Dipercaya Tuhan

Setelah menata hati saya memberanikan diri menulis ini. This posting is very emotional for me. Bismillah. Berawal di tanggal 1 Juli 2014 atau 3 Ramadan 1435 Hijriah, saya test pack setelah telat haid dua minggu. Saya sengaja tidak membeli test pack lebih awal karena takut kecewa. Suami juga melarang dan bilang belinya satu bulan lagi saja. Tapi pada hari ke-3 Ramadan itu, badan mulai tidak enak, payudara sensitif dan belum juga mens. Saya pun secara iseng kembali membuka catatan saya tentang hamil muda. Karena feeling sudah menguat, secara diam-diam saya pun membeli test pack. Di pagi buta keesokan harinya saya test pack. 1 menit, 2 menit, 3 menit. Saya baru menoleh untuk melihat Read More [...]
Thoughts

Happy Mothers Day!

Di postingan ini saya pernah menyebutkan 10 alasan yang membuat saya sangat mencintai ibu saya. Ibu saya jika orang melihatnya adalah seorang penggembira, namun sebetulnya beliau sangat perasa. Beberapa minggu yang lalu, saya dan beliau ngobrol ngalor-ngidul di ruang keluarga. Pada momen tersebut saya menceritakan soal serah terima rusunami saya. Ketika itu juga saya melontarkan candaan, "Ma, kalau setelah serah terima ini aku pindah ke (rusunami) gimana?". Pada waktu itu ibu hanya berkomentar ringan, "Ngapain cepat-cepat. Nanti saja kalau kamu sudah menikah." Saya cuma nyengir dan setelah itu pembicaraan beralih ke soal lainnya. Setelah ngalor-ngidulnya selesai saya masuk ke dalam kamar Read More [...]
Thoughts

Official: Mel Jadi Tante

Tanggal 24 Januari  pukul 08.20 WIB, handphone gue berdering. Dari 0819xxxxxxx. Nggak kenal, tapi angkat saja ah. Eh, ternyata dari Ibu. Dengan nada super gembira, beliau mengabarkan bahwa kakak iparku (Mbak Novi) baru saja melahirkan. Bayi perempuan seberat 3,70 kg dan panjang 48 cm. “Panggilannya Gadiz,” kata ibuku. Selanjutnya, telepon diberikan ibu kepada Mas Yoyok – my dear brother. Duh, sudah jadi bapak dia. Dan ucapan selamat teriring do’a buat Gadiz gue ucapkan. Habis itu telepon ditutup. Siangnya di kantor si ayah SMS. “Tante Meli dan Tante Risa (adik gue) ponakan sudah lahir tuch (ayah kayaknya nggak tahu kalau gue ditelpon sama ibu) sudah SMS lom ke mas Yo…”. Read More [...]