Browsing Tag

mudik2013

Traveling

Pertamini

Di kota-kota di Sumatera, terutama di jalur-jalur mudik, ada satu ciri khas yang tak terlepaskan dari pemandangan. Itu adalah adanya penjual bensin eceran di pinggir-pinggir jalan. Kondisi ini sebetulnya tidak hanya dominasi Sumatera, di Kalimantan dan Jawa juga banyak ditemui penjual bensin eceran. Tapi baru di Sumatera saya menemukan yang berbeda. Ketika pulang kampung pada periode Lebaran yang lalu, kendaraan kami sempat melewati deretan penjual bensin eceran. Penjual bensin eceran ini berbeda dengan penjual di tempat lain, yang biasanya memperdagangkan bensin dengan display botol-botol bensin dari botol bekas air mineral. "Etalase" sebagai tempat berdagang adalah sebuah bilik segi Read More [...]
Traveling

Kelok 44 Nan Menantang

Saya pernah menyebut Sumatera Barat sebagai tujuan wisata di tanah air yang sangat ingin saya kunjungi. Kesempatan itu datang ketika saya mengikuti suami mudik ke Payakumbuh. Sumatera Barat dalam pandangan saya adalah daerah yang cantik. Kombinasi bukit berbaris dengan sawah hijau menghampar sangat menyejukkan mata. Itu masih ditambah dengan berkilo-kilo meter jalan berkelok yang menguji keahlian berkendara. Bicara jalan berkelok di Sumatera Barat, tidak sah kiranya jika tidak menyebut Kelok 44. Kelok 44 merupakan tikungan berjumlah 44 belokan yang melingkari bukit di Kabupaten Agam. Sampai di dasar Anda dapat melihat pemandangan Danau Maninjau yang menawan. Kelok 44 termasuk rute favorit Read More [...]
Traveling

Menanti Durian Jatuh

Di halaman rumah keluarga suami saya di Jambi tumbuh pohon durian, pohon sawo dan pohon rambutan. Dari semuanya, pohon durian yang paling tua usianya. Tidak heran tingginya menjulang sampai melebihi atap rumah yang sudah tinggi. Kata suami, pohon durian itu tidak pernah ditebang. Pun buahnya, tidak pernah sengaja dijaring. "Jadi ngambil buahnya gimana?," tanya saya. "Ya, tunggu buahnya jatuh!," jawab suami. Ya, menunggu durian jatuh di halaman rumah pun menjadi aktivitas mengasyikan bagi keluarga dari Jakarta. Begitu mendengar bunyi "duk!", sepupu yang meninggali rumah pun otomatis berteriak, "Duriaaan!" Kalau sudah begitu anggota keluarga pasti langsung berlarian menuju halaman Read More [...]
Traveling

Pramugari di Atas Kapal

  Sudah lama sekali saya tidak naik kapal feri. Seingat saya kapal terakhir yang saya naiki adalah penyeberangan Sungai Kapuas waktu pulang kampung tahun 2010 lalu. Tetapi sangat sebentar, mungkin 10 menit saja. Perjalanan laut berjam-jam yang saya masih ingat adalah saat menyeberang dari Pelabuhan Belawan (Medan) ke Pulau Penang (Malaysia) tahun 2006 yang lalu. Ketika mudik saya kembali melakukan perjalanan laut, menyeberang dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera. Sewaktu berangkat air laut cukup tenang. Naik ke kapal, kami langsung menuju ke dek berkursi dan ber-AC yang di kapal disebut kelas bisnis.  Tarif per kepala Rp 7 ribu rupiah. Tak lama setelah duduk di kursi dua Read More [...]
Traveling

Mudik ke Sumatera

Akhirnya timbul mood untuk menulis blog. Sebelumnya, saya mengucapkan "Mohon Maaf Lahir dan Batin" bagi para pembaca blog ini. Lebaran tahun ini saya mengikuti suami pulang kampung ke daerah asalnya, Jambi dan Sumatera Barat. Suami dan keluarganya memiliki tradisi mudik menggunakan kendaraan pribadi. Istilahnya road trip. Rute tahun ini ditetapkan beberapa waktu lalu oleh suami dan keluarganya. Demikian juga dengan rangkaian kegiatan yang akan kami lakukan selama di kampung. Pada hari yang sudah ditentukan dimulailah perjalanan panjang kami. Saya dan suami memulainya dari rumah orang tua saya dan rumah kakak ipar di Bekasi. Ada dua mobil yang akan berkonvoi. Dari Bekasi rute perjalanan Read More [...]