Belanjaan
Marriage

Tentang Suami dan Belanja ‘Itu’

BelanjaanSuami saya, dengan panggilan kesayangan Si Jenong, tergolong tipe suami yang tidak segan membantu pekerjaan rumah tangga istrinya.

Salah satunya ketika kami harus berbelanja kebutuhan rumah tangga setiap bulannya. Berbekal catatan yang sudah saya siapkan, dia cukup sigap membeli bahan mentah untuk dimasak, mie instan sampai minyak goreng.

Namun Si Jenong masih pantang membeli kebutuhan wanita. “Nggak mau!,” katanya dengan tegas. Misalnya membeli pembalut. Kayaknya itu masih peer buat dia –seperti juga bagi kebanyakan lelaki yang ada di Indonesia *lebaydotcom*

Saya jadi teringat dengan obrolan yang saya baca di sebuah forum online, curhatan suami yang harus membeli pembalut untuk istrinya dan cerita istri yang menitip beli pembalut ke suaminya. Berikut kutipan-kutipan “lucunya” :

Perlu diketahui oleh semua istri di bumi ini, bahwa tidak ada merek pembalut “terserah” itu dilematis sebagai seorang suami hehehee… soalnya kan kita gak ngerti ya merk A itu nyaman atau gak, susah atau gak

Ane beberapa kali dimintai tolong istri, enak2 di kantor, BBM : “Yah, nanti pulangnya nitip pembalut ya, kehabisan, kayak biasanya yang slim.” Di minimarket suka diliatin ama mbak atau pengunjung yang jaga karena baca2 dulu pembalut yang ada tulisan SLIM

Kalo lg males beli ya nitip aja sm suami. Tapi ga cuma beli itu aja ada barang2 lain jg, jd kan suami ga risih karena bisa ketutup sama barang2 lainnya. Kl cm beli pembalut doank ga mau dia

Jadi, moral of the story-nya:

1. Tidak semua laki-laki nyaman berlama-lama di bagian pembalut. Jadi pastikan sebut merk dan jenis ketika menitip dibelikan.

2. Titip beli barang yang lain juga supaya suami nggak malu-malu amat.

3. Ketika suami nggak mau beliin bukan berarti nggak sayang.  Kalau dikasih pengertian juga lama-lama mau.

Ada yang mau nambahin?

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply