Traveling

Tips Buat yang Pergi ke New York Pertama Kali

A dream come true. Dari semua kota di Amerika saya emang kepengen banget pergi ke New York. Sebabnya? Kebanyakan nonton film keluaran Hollywood kayaknya hahaha.

Begitu banyak ikon New York yang sudah saya kenal lewat film. Central Park, Patung Liberty, Empire State Building, Times Square. Rumah-rumahnya yang iconic dan, tentu saja, yellow taxi! And i’m so excited when i was selected to attend a smartphone launching in the city that never sleeps.

Kesan pertama waktu sampai di New York jam 2 subuh adalah kota ini indeed never sleeps. Metropolitan. Yang kedua agak mirip kayak Jakarta yang crowded, macet, rada kotor dan, paling ketara, a melting pot! Jadi karena sudah sangat lama tinggal di Jakarta tinggal 5 hari di New York nggak kaget-kaget amat lah. Cuman susahnya mengatasi jet lag. Lebih parah daripada business trip pertama ke Los Angeles, 4 tahun lalu.

Berangkat jam 9 pagi tanggal 7 Agustus waktu Indonesia sampai di sana kira-kira jam 1 siang tanggal 8 Agustus waktu Indonesia. Sampai hampir kelewatan ulang tahun nyokap sangking udah siwer tanggal! Imigrasinya juga lebih ramah ketimbang waktu di LA.

Selain jet lag kayaknya nggak ada yang terlalu susah di trip kali ini. Soalnya host company memberikan pelayanan yang super. The best! 5 hari di sana i feel like a New York hipster. Going to the hippest place and also restaurants that has a long queue. Begitu banyak lokasi yang didatangi bingung mau nulis apa duluan.

But let me start by writing this: tips untuk yang pergi ke New York pertama kali. Supaya tidak mengulang kesalahanku hahaha.

Tips pertama, pastikan sudah melihat prakiraan cuaca. Kalau pas summer gini New York juga panas 11-12 sama Jakarta. Jadi nggak usah bawa baju-baju tebal. Tapi tetap sedia jaket atau payung ya soalnya sewaktu-waktu bisa hujan (deras) juga. Bahkan pada suatu waktu saya dibuat kaget sama peringatan banjir bandang (!) yang tiba lewat SMS. Asli! karena nggak kebayang New York yang beberapa hari sebelumnya panas terik bisa tiba-tiba ada banjir gara-gara hujan sepagian itu. Tapi alhamdulillah nggak kejadian kok banjirnya.

Tips kedua, pastikan sudah tahu mau kemana saja di New York. Jadi selain beberapa tempat turis di New York City juga ada Brooklyn yang punya beberapa lokasi hits yang ramah turis. Seperti Brooklyn Bridge dan DUMBO (Down Under Manhattan Bridge Overpass). Jadi cukup memakan waktu kalau kamu memulai traveling dari New York city dan mau kesana-sini. Because you wanna see everything! Jangan seperti saya. Karena “meremehkan” besarnya Central Park jadi nggak sempat mendatangi lokasi-lokasi iconic-nya karena keburu kecapekan.

Tips ketiga, buat para penyuka barang bermerk, jangan lupa mampir ke Woodbury Common Premium Outlets. OMG it was so worthed. Buat jastiper juga cocok marucok ke sini. Hati-hati dompet jebol, bukan karena copet tapi karena kebanyakan ngambil dolar dan gesek kartu kredit. I will write about Woodbury in my next posting (or after that). Oh ya Woodbury juga bisa jadi pilihan buat beli oleh-oleh printilan kayak tempelan kulkas atau gantungan kunci. Soalnya harga bersaing. Malah, bisa lebih murah dibandingkan beli di Times Square. Waktu itu saya beli tempelan kulkas 10 USD dapat 3. Di toko-toko seputar Times Square tempelan kulkas dijual sekitar 5 USD/ pcs.

Tips keempat, kalau nggak sama bus rombongan tampak cukup safe to go anywhere dengan transportasi umum. Karena ada subway, bis sampai taksi. Tapi kalau kata guide tetap tidak disarankan keluar malam sendirian –apalagi kalau kamu perempuan. Pastikan bawa alas kaki yang nyaman juga karena di luar negeri sudah pengetahuan umum kalau kita akan sering jalan kaki. Dan tetap hati-hati juga dengan strangers. Karena di New York kita akan ketemu dengan banyak bangsa.

Tips kelima, nggak usah banyak-banyak bawa mie instan. Jangan khawatir makanan halal di New York. Kebab banyak yang jual! hahaha, well at least di daerah Manhattan. Tapi kalau kamu pakai jilbab seperti saya rasanya banyak yang akan mengingatkan kehalalan makanan kamu. Atau just say “Chicken or fish, please” hahaha. Tapi kalau bawa sambal atau saus Indonesia mah wajib.

Apalagi ya? Ah, so many things. Next post akan lebih spesifik ya. Till then.

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply