paspor
Tips

Tips Membuat Paspor (Tanpa Calo)

Siapa bilang membuat paspor tanpa perantara calo sulit? Asal dokumen lengkap sebetulnya tidak merepotkan. Berikut saya bagi tips membuat paspor bagi lajang berdasarkan pengalaman saya mengurus paspor di kantor imigrasi Jakarta Selatan.

Lewat Google cukup banyak informasi mengenai prosedur pembuatan/ perpanjangan paspor. So, saya hanya akan memberi tips.Peringatan: tips ini bermanfaat bagi Anda yang TIDAK mau memanfaatkan jasa calo, kenalan orang dalam atau surat sakti dari instansi tertentu.

PERTAMA: Persiapkan dokumen yang diperlukan ASLI dan FOTOKOPI
Saat ini imigrasi tidak melayani perpanjangan paspor, melainkan hanya pembuatan paspor dan penggantian paspor. Bagi Anda yang sebelumnya sudah pernah punya paspor dan ingin memperpanjang, maka Anda akan menjalani prosedur yang sama dengan yang baru membuat paspor.

Berikut beberapa dokumen yang diperlukan, persiapkan asli (untuk ditunjukkan) dan fotokopinya:
1. Akte Lahir/ ijazah (apabila Anda tidak ada akte lahir)
2. Kartu Keluarga
3. Kartu Tanda Pengenal (KTP/SIM)
4. Surat Rekomendasi Perusahaan/Instansi (Asli saja)
5. Paspor lama (apabila ingin melakukan perpanjangan/ penggantian paspor)

Di sana Anda akan diminta mengisi formulir yang akan disertakan dengan dokumen yang sudah saya sebutkan serta map yang bisa dibeli di koperasi setempat (satu map Rp 5.000), atau kalau di imigrasi Jaksel di loket fotokopiannya. Oh ya, jangan lupa bawa pulpen bertinta hitam. Kalau Anda lupa banyak yang jual kok 😀

KEDUA: Datang sepagi mungkin!
Kantor pemerintah (termasuk imigrasi) biasanya dibuka pukul 8 pagi. Oleh karena itu maksimal satu jam sebelumnya Anda sudah siap karena setiap tahapan pasti didahului dengan mengambil nomor antrian. Semakin siang Anda datang, maka waktu yang Anda habiskan di imigrasi akan lebih panjang.

Pengalaman saya mengurus perpanjangan paspor. Hari pertama saya mengambil antrian pukul 10 pagi dan baru kebagian memasukan berkas pukul 13.30 siang (BACA: 3,5 jam menunggu). Hari kedua saya mengambil antrian foto pukul 7 dan mendapatkan giliran foto dan pengambilan sidik jari pukul 8.30 pagi (BACA: 1,5 jam menunggu). Hari ketiga saya mengambil antrian pukul 7.30 dan mendapatkan paspor baru saya pukul 9 pagi (BACA: 1,5 jam menunggu). See the difference?

KETIGA: Pelajari prosedur yang berlaku
Setiap kantor imigrasi mungkin memiliki prosedur yang berbeda-beda. Jangan malu untuk bertanya kepada petugas atau membaca pengumuman yang biasanya ditempel di dinding. Namun secara umum terdapat tiga tahapan yang harus dilalui. Pertama, memasukkan dokumen. Kedua, membayar biaya lalu foto, pengambilan sidik jari serta wawancara (basa-basi menurut saya). Ketiga, mengambil paspor. Seperti sudah disinggung, masing-masing tahapan biasanya didahului dengan pengambilan nomor antrian.

Adapun untuk biaya, per bulan Agustus 2010, totalnya Rp 270.000 dengan perincian:
1. Paspor 48 halaman: Rp 200.000
2. Photo Biometrik: Rp 55.000
3. Sidik jari: Rp 15.000

Terjangkau kan?

KEEMPAT: Simpan kuitansi!
Setiap tahapan pembuatan biasanya disertai dengan bukti atau kuitansi. Misalnya Anda menyerahkan dokumen, itu akan diberi bukti penyerahan yang harus dibawa pada hari Anda foto dan pengambilan sidik jari. Kuitansi pembayaran paspor harus diperlihatkan pada saat foto dan mengambil paspor baru. Dst. Intinya selalu bawa kuitansi yang Anda terima dari petugas.

KELIMA: Sabar antri
Karena semua tahapan membutuhkan nomor antrian sudah tentu Anda harus siap mental. Bawa snack, minuman ringan atau gadget untuk menemani Anda selama menunggu antrian. Untuk prosedur resmi tanpa calo, memasukan dokumen sampai terima paspor baru memakan waktu lebih kurang 5 hari kerja. Paling lama jeda waktu antara foto sampai terima paspor baru, yaitu 3 hari kerja. Sementara jeda antara penyerahan dokumen sampai foto dua hari. Jadi, jangan mepet kalau mau bikin paspor, ya!

Per tahun ini kalau nggak salah bikin paspor bisa dimana saja. Jadi nggak mesti buat di imigrasi sesuai KTP. Kabar gembira lagi, per 1 Januari 2011 biaya pengurusan paspor akan turun dan akan segera efektif pembuatan paspor elektronik.

Semoga bermanfaat! 🙂

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply