gorden
Lifestyle

Tips Pilah-Pilih Gorden

Foto: Gorden baru (Simplymels) Dari berbagai macam printilan rumah, saya paling excited ketika harus membuat gorden.

Waktu pertama kali bikin gorden, saya lagi doyan banget browsing Pinterest. Nah, kalau lihat foto-foto Pinterest luar negeri ada satu jenis gorden yang sering dipakai di rumah-rumah di sana. Bentuknya lipat-lipat dan cara buka gordennya dengan cara ditarik. Dulu, saya nggak tau kalau namanya roman shade.

Karena saya kepengen gorden rusunami saya agak berbeda dengan rumah saya pun minta dibikinin gorden seperti itu di sebuah toko gorden. Waktu itu saya belum ngerti sama yang namanya jenis bahan, jadi pasrah aja diarahkan sama tukangnya. Kalau nggak salah untuk ukuran 120×150 saya harus membayar Rp 500 rb –mungkin lebih mahal daripada bikin gorden kala itu.

Empat tahun berlalu saya mulai bosan dengan roman shade berwarna biru. Apalagi “mesin” buat narik gordennya sudah rusak jadi gordennya tidak bisa dilipat maksimal. Kebetulan saya lagi kepengen jenis gorden yang lain lagi, yaitu vertical blind.

Vertical blind ini mekanismenya mirip dengan roman shade, hanya bahan yang dipakai lebih sedikit karena tidak memerlukan lipatan dan lebih sederhana. Vertical blind bisa dibuat dari berbagai macam jenis bahan. Tarikannya juga bisa dibuat beberapa efek, ke atas tapi ada juga yang bisa ditarik ke samping (horizontal blind). Biayanya 11-12 deh dengan bikin roman shade.

Mungkin karena salah pilih bahan jadinya saya kurang puas dengan pilihan vertical blind.

Untuk rumah, saya kembali dengan pilihan tradisional berupa gorden. Berjenis blackout dari katun impor, tukang jualnya bilang sih ini barang bagus. Sejauh ini saya sangat puas dengan pilihan saya.

Dari cerita panjang lebar berikut tips pilih gorden ala saya:

  1. Sesuaikan jenis gorden dengan besarnya rumah. Roman shade sebetulnya cantik juga buat rumah, tapi kayaknya kalau jendela Anda besar-besar atau banyak sehingga membutuhkan bahan yang cukup banyak, gorden jenis ini tidak ekonomis. Pun, kalau tetiba bosan roman shade bisa dibuat dari bahan gorden, tinggal tambah “mesin”nya saja. Sementara untuk rumah tinggal vertical blind menurut saya kurang cocok.
  2. Sesuaikan pembelian gorden dengan budget. Satu hal yang bikin saya agak syok adalah ternyata membuat gorden itu tidak murah. Jadi pas pesan pastikan Anda banyak bertanya dan membandingkan (harganya). Karena gorden itu item-nya bukan cuman bahan gorden thok, tapi ada vitrase, railing, tutupnya railing, cantolan (nggak ngerti namanya apa). Belum lagi kalau mau dimacem-macemin pakai aksen tarik atau tutupan di sepanjang railing. Dan panjang kali lebar gorden itu hitungannya nggak bisa dikira-kira sendiri karena ternyata ada “rumusnya”.
  3. Jangan takut dengan warna. Kalau menurut saya gorden adalah elemen yang paling penting buat penampilan keseluruhan rumah. Ganti warna gorden juga bisa bikin rumah berbeda lho. So warna boleh gonjreng, motif boleh sekreatif mungkin. Nanti, tinggal di-balance aja dengan furniture-nya. vice versa. Misalnya, motif warna-warni sebisa mungkin furniturenya jangan warna-warni juga tapi yang lebih netral atau kalem. Cantik juga warna netral ketemu kalem. Misalnya, karena saya sedang demen banget dengan semua yang berwarna monokrom jadi pilihan gordennya pun abu-abu terang. Tapi nanti akan dipadukan dengan furniture sofa berwarna navy atau abu-abu gelap dan furniture lemari berwarna netral. Scandinavia-inspired theme deh.

Nah, begitulah tips ala-ala dari saya. Semoga bermanfaat!

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply