Marriage, Movie, Review

Twilight

Akhirnyaaa! Itu dia kata yang pengen gue teriakin setelah nonton film ini di bioskop tempo hari. Gue pun nggak perlu nungguin DVD (bajakannya :p) yang entah kapan baru keluar yang sudah dalam format baik.

Masih perlu background ceritanya, kah? Film ini diangkat dari buku pertama novel laris karya Stephanie Meyer yang berjudul sama. Ceritanya tentang pertemuan Bella Swan dengan cowok berkulitpucat nan ganteng bernama Edward Cullen di sebuah kota kecil Forks.

Edward sangat aneh di mata Bella. Dia kerap memperhatikan dari kejauhan, tapi sering merasa mualsaat berdekatandengan Bella. Dan cowok ini luar biasa cepat. Perempuancantik berambut coklat ini semakin penasaran setelah Edward menjadi pahlawannya di beberapa kesempatan.

Edward memang bukan manusia biasa. Bahkan, sesungguhnya dia sosok yang berbahaya bagi Bella. Namun, “The lion fell in love with the lamb”. Sang singa jatuh cinta pada domba buruannya –dan sebaliknya. Kisah cinta vampir-manusia ini yang menjadi inti serial Twilight.

twilight-small

Setelah nonton filmnya, guerada menyesal nih karena enggak tergerak membeliwalau udahbeberapa kali melihat serial novel ini di toko buku. Yang guetau cerita2 bertema vampir selalu berkutatdengan nuansamistis, kastil mewahdan para baron jaman baheula,tapi di sini yang terlihat adalah pribadi2 modern dengan mobil2 sportdan rumah bergaya minimalis yang sukses bikinmupeng.

Dan karakter2nya menarik. Robert Pattison-Kristen Stewart keknya bisa jadi next big thing. Scenefavorit gue adalah saat adegan Edward mengajak Bella “berkencan” di pohon tertinggi di atas gunung! hahaha, ngebayanginnya lucu tapi kalo ngliat visualisasinya, whoooa, it’s beyond romantic 😛

Gosipnya, seluruh novel Meyer yang berjumlah empat judul akan diangkat ke layar kaca. Tapidaripada mendapatkan cerita terpotong2 –penyakit film yang diangkatdari novel– sepertinya gue akan mulaimelirikuntuk novel2nya 🙂

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply