Movie, Review

Angels and Demons

Film mikir yang seru dan menarik. Cukup recommended untuk para penggemar fiksi.

Pasca wafatnya Paus, terjadi serentetan teror di Vatican City. Sejumlah preferiti (para kardinal kandidat kuat Paus berikutnya) diculik, dibarengi dengan ancaman bom berkekuatan luar biasa terhadap kota di tengah kota Roma tersebut.

Teror tersebut diduga didalangi oleh sekelompok orang yang tergabung dalam kelompok yang di masa lalu pernah menjadi musuh gereja Vatikan, Illuminati. Robert Langdon, sang ahli simbol, pun didatangkan guna membantu memecahkan berbagai simbol yang menjadi kunci untuk mengatasi rentetan teror ini.

Secara gue belum baca novelnya, gue hanya akan mengomentari sedikit saja, deh.

Pertama2, applaus untuk effort filmmaker-nya terhadap detail2 situasi dan kondisi Gereja Katholik Roma dan Vatican City. Kabarnya mereka kan nggak dapat izin ngambil gambar di situ, so, penggambilan gambar terpaksa dilakukan di studionya Sony, yang disulap jadi Vatican mini. Kayaknya baru film ini yang bikin gue terkesima dengan detail –setelah Titanic yang grand itu.

Dibandingin Da Vinci Code, yang pernah gue baca dan tonton filmnya, Angels and Demons lebih asyik untuk dinikmati. Intrik dan ending-nya oke: mengejutkan! Kalaupun ada lebai-nya, bisa dimaafkan hehehe.

Ah, ya, tentu kurang afdol kalau gue nggak menyebut alasan gue merasa wajib menonton film ini: Tom Hanks. Seperti biasa, Tom main cakep, cakep dan cakep. Tapi kok gue kangen ngliat dia main di film komedi romantis kayak Sleepless in Seattle lagi, ya.

Salah seorang temans gue pernah menolak waktu gue ajak nonton film Angels and Demons karena terlalu serius. Padahal kenyataannya nggak seserius itu, kok.

Previous Post Next Post

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply